Memindai Kalsium Bisa Prediksi Risiko Kematian Dini

Memindai Kalsium Bisa Prediksi Risiko Kematian Dini

Nita Sari, - detikHealth
Senin, 13 Jul 2015 14:58 WIB
Memindai Kalsium Bisa Prediksi Risiko Kematian Dini
Foto: thinkstock
Jakarta - Selama ini pemeriksaan kadar kalsium lebih identik dengan kesehatan tulang dan gigi. Namun kini pemeriksaan tersebut juga bisa memprediksi seberapa lama seseorang hidup.

"Jika Anda tidak memiliki kalsium atau mempunyainya dalam jumlah kecil, kami mampu melacak bahwa Anda memiliki pertahanan hidup yang baik. Simpanan kalsium berkembang sebagai respons terhadap pembentukan plak di sepanjang dinding arteri," ucap Leslee Shaw, profesor kardiologi di Emory University di Atlanta, seperti dikutip dari CBS News pada Senin (13/7/2015).

Plak tersebut disebabkan oleh kolesterol darah yang terbentuk sepanjang waktu dan mengakibatkan pembuluh darah menyempit. Hal ini menyebabkan penyakit jantung karena jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. US National Institues of Health menyatakan jika plak 'meledak' maka gumpalan darah dapat terbentuk pada permukaan, menghalangi aliran darah, dan menyebabkan serangan jantung. Dan apabila terlepas, gumpalan darah dapat mengalir ke otak dan menyebabkan stroke.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk mencegah plak 'meledak', tubuh mencoba mengeraskannya dengan menyimpan garam kalsium di sekitar plak. Pengerasan plak bisa dilihat dengan pemeriksaan yang disebut coronary calcium scan (pemeriksaan kalsium koroner) menggunakan pada CT scan reguler dan dapat digunakan untuk menentukan apakah seseorang mengalami masalah pada pembuluh darahnya atau tidak," ujar Leslee.

Baca juga: Tulang Panjang dan Kuat dengan Tabungan Kalsium yang Cukup

Hingga sekarang, hanya terdapat sedikit bukti yang menunjukkan bahwa pemeriksaan kalsium dapat memberikan penilaian solid terhadap risiko kesehatan jangka panjang. Pada penelitian terbaru, dokter merujuk pada 9.715 pasien sehat di daerah Nashville sejak tahun 1996 hingga 1999 untuk mengikuti program pemeriksaan kardiologi yang disediakan oleh Tricare Healthcare System. Pasien mengikuti pemeriksaan kalsium dan menyediakan riwayat risiko penyakit jantung. Peneliti kemudian mengamati partisipan selama 15 tahun dan mengambil catatan khusus dari 936 pasien yang meninggal.

Analisis menunjukkan bahwa risiko kematian dini meningkat seiring dengan jumlah simpanan kalsium yang ditemukan pada pembuluh darah besar. Pasien dengan tingkat kalsium arteri yang rendah memiliki 68 persen peningkatan risiko kematian dibandingkan dengan pasien yang tidak memiliki simpanan kalsium sama sekali. Tetapi orang-orang dengan jumlah simpanan kalsium yang besar dalam pembuluh darah memiliki risiko kematian enam kali lebih besar daripada yang tidak memiliki kalsium.

Meskipun demikian, pemeriksaan kalsium bisa digunakan untuk membantu dokter menentukan pengobatan terbaik bagi pasien yang tidak memiliki gejala penyakit jantung tetapi memiliki kolesterol tinggi atau memiliki keluarga dengan riwayat masalah jantung. Hasil pemeriksaan dapat menenangkan orang dengan sedikit atau tanpa simpanan kalsium, dan memberikan motivasi bagi orang yang memiliki tingkat kalsium tinggi untuk menjaga diri.

"Orang-orang yang mempunyai banyak simpanan kalsium dapat meningkatkan harapan jangka panjang dengan makan yang baik, berolahraga, dan mengikuti pengobatan untuk menangani risiko penyakit jantung seperti tekanan darah tinggi, tingkat kolesterol yang tinggi, dan diabetes tipe 2," imbuh Leslee.

Baca juga: Gigi atau Kuku Rapuh? Bisa Jadi Karena Kekurangan Asupan Kalsium

(ajg/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads