Selasa, 14 Jul 2015 14:02 WIB

Konsumsi Jamur Liar, Wanita Ini Keracunan dan Alami Kegagalan Fungsi Hati

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: thinkstock
Toronto - Wanita 52 tahun di Kanada mengonsumsi jamur liar yang ia petik di taman. Nahas, ia justru mengalami keracunan yang kini mengancam nyawanya.

Usai mengonsumsi jamur tersebut, dalam waktu 12 jam si wanita yang tak disebutkan namanya itu pergi ke Unit Gawat Darurat RS terdekat karena mengalami sakit perut, mual, muntah, dan diare. Pasca 36 jam terjadinya keluhan, si wanita dipindahkan ke ruang ICU dan dokter mengatakan ia membutuhkan transplantasi hati.

Kasus ini dipublikasikan dalam Canadian Medical Association Journal edisi 13 Juli lalu. Salah satu penulis, Dr Corey Stein dari Fakultas Kedokteran University of Toronto memperingatkan masyarakat untuk tidak sembarangan mengonsumsi jamur liar. Sebab, banyak orang tidak tahu mana jamur yang aman dan tidak untuk dikonsumsi.

Diketahui, si wanita dan suaminya berasal dari Asia. Di negara asalnya, mereka terbiasa memetik jamur liar lalu memasaknya dan tidak terjadi apa-apa. Tapi siapa sangka, jamur liar yang dipetik si wanita di salah satu taman di Toronto itu adalah spesies jamur Amanita bisporigera beracun atau sering pula disebut 'death cap' mushroom.

"Spesies jamur Amanita memiliki 600 jenis dan menyebabkan sebagian besar kematian akibat keracunan jamur. Ketika pergi ke UGD, si pasien membawa jamur yang dia konsumsi agar dokter bisa mengidentifikasi adanya toksin. Benar saja, racun dalam jamur tersebut yang tidak memiliki penangkal, menyerang hatinya. Jika tidak segera mendapat donor hati, nyawa si pasien akan terancam," terang Dr Stein.

Dikutip dari Newsmaxhealth, Selasa (14/7/2015), Dr Stein menjelaskan keracunan jamur beracun memiliki tiga fase. Pertama berupa gejala gastrointestinal termasuk sakit perut, muntah, mual, dan diare yang dimulai 6-24 jam pasca konsumsi jamur. Kemudian, fase kedua berupa periode di mana keluhan tidak muncul.

Baca juga: Ciri-ciri Orang Keracunan

Fase ketiga, 48 jam setelah konsumsi jamur bisa terjadi kegagalan fungsi hati yang juga menyebabkan kegagalan multi-organ dan bahkan kematian. Michael Beug selaku ketua komite toksikologi di North American Mycological Association mengatakan kurangnya pengetahuan soal jamur yang beracun kerap membuat masyarakat tidak paham mana jamur yang aman dikonsumi dan yang tidak.

"Perlu edukasi khusus soal jamur yang aman dikonsumsi. Bahkan, orang yang sudah terbiasa mengamati jamur pun kadang masih terkecoh. Bagi masyarakat, penting untuk tidak sembarangan mengonsumsi jamur liar. Akan lebih aman jika Anda membeli jenis jamur di supermarket atau pasar yang memang lumrah dikonsumsi," pesan Beug.

Baca juga: Awas! Keracunan Ikan Jenis Ini Ternyata Sering Terjadi

(rdn/up)