"Itu tidak benar. Sebuah studi tahun 2008 dalam Aesthetic Surgery Journal menegaskan bahwa menyusui bukan faktor risiko ptosis payudara, atau payudara mengendur," kata profesor obstetri dan ginekologi klinis di Yale University, Mary Jane Minkin, MD.
Dikatakan Minkin, ukuran payudara memang bisa bertambah saat hamil dan tetap membesar ketika menyusui. Namun, Minkin menegaskan ukuran yang membesar tersebut akan mengecil perlahan setelah ibu tidak lagi menyusui. Nah, kondisi inilah yang bisa berpengaruh pada penampilan payudara yang tampak mengendur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengenduran payudara bisa terjadi karena kehamilan, bukan karena ibu menyusui atau tidak. Bisa saja meski Anda tidak menyusui tapi payudara mengendur. Bahkan ketika Anda hamil lagi, payudara bisa terliat lebih kendur. Jadi, bukan menyusui yang membuat payudara kendur, tetapi proses kehamilan," kata LaFleur.
Baca juga: Satu Lagi Manfaat ASI, Membuat Anak Lebih Sukses dari Orang Tuanya
Ia menambahkan ada banyak cara yang bisa dilakukan ibu untuk mempertahankan bentuk payudaranya. Di antaranya dengan menerapkan pola makan dengan gizi seimbang, rutin melakukan aktivitas fisik, dan menghindari rokok dan alkohol.
Dikutip dari Web MD, dokter spesialis anak Roy Benaroch, MD, FAAP menuturkan ketika menyusui, aliran ASI bisa meregangkan kulit dan jaringan di payudara. Setelah ASI tidak lagi diproduksi, lumrah ketika kulit terlihat meregang. Namun, Benaroch menekankan masih banyak faktor lain yang bisa membuat payudara mengendur.
Misalnya saja indeks masaa tubuh dan persentase lemak dalam tubuh, jumlah kehamilan, ukuran payudara sebelum hamil, usia, dan kebiasaan merokok. "Sehingga, dapat dikatakan perubahan tampilan payudara pasca hamil dan menyusui hanya masalah kosmetik saja dan itu tidak menjadi perhatian medis," ucap Benaroch.
Baca juga: Ibu Pakai Bra Kawat, Adakah Pengaruhnya pada Aktivitas Menyusui?
(rdn/up)











































