Sangat kontras dengan survei serupa tahun lalu, dimana hanya 14% kepala sekolah yang mengkhawatirkan hal ini. Laporan tahun ini menunjukkan bahwa keprihatinan terhadap kesehatan mental murid meningkat.
Baca juga: Kesehatan Mental Bisa Dilatih, Tak Ada Kaitan dengan Kaya dan Miskin
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masalah kesehatan mental, kekerasan dalam rumah tangga, bullying dan narkoba memiliki implikasi yang mencapai luar gerbang sekolah, dan terlebih dapat berdampak serius pada masa depan murid," kata Fergal, dikutip dari Independent pada Rabu (22/7/2015).
Dalam survei ini, ditemukan pula jika para kepala sekolah prihatin mengenai kekerasan dalam rumah tangga, bullying, cyber-bullying yang terjadi pada para murid. Kekerasan dalam rumah tangga adalah perhatian yang lebih serius untuk kepala sekolah SD (70 persen), sementara cyber-bullying adalah perhatian kepala sekolah SMP, dengan proporsi 74 persen.
Menanggapi hasil survei ini, Kepala Sekolah SMP di desa West Mindlands, berpendapat bahwa kesehatan mental murid merupakan keprihatinan besar. "Ini juga dipengaruhi oleh faktor sosial. saya melihat murid mendapat bayak tekanan di sekolah seperti tidak bisa beradaptasi dengan lingkungan, atau kecemasan tidak bisa membayar uang sekolah," ujarnya
Baca juga: Ingin Mental Sehat? Lakukan Latihan Ini
(rdn/up)











































