Jadi Gampang Marah Saat Lapar? Hasil Studi Ungkap Alasannya

Jadi Gampang Marah Saat Lapar? Hasil Studi Ungkap Alasannya

Rahma Lilahi Sativa - detikHealth
Jumat, 24 Jul 2015 09:38 WIB
Jadi Gampang Marah Saat Lapar? Hasil Studi Ungkap Alasannya
Foto: Thinkstock
Jakarta - Saat perut sedang lapar, seseorang cenderung menjadi lebih mudah tersinggung atau marah. Studi mengungkapkan mengapa hal itu bisa terjadi.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Cambridge's Behavioural and Clinical Neuroscience Institute menemukan bahwa kadar serotonin, yakni hormon yang berfungsi mengatur perilaku, mengalami fluktuasi ketika seseorang stres atau belum makan.

Seperti telah dipublikasikan dalam jurnal Biological Psychiatry, naik dan turunnya tingkat serotonin diketahui dapat memengaruhi bagian otak yang mengontrol agresi dan kemarahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Meskipun sudah lama diketahui peran dari hormon serotonin, tapi baru kali ini ditemukan bagaimana hormon ini memainkan peran kunci dalam mengatur impuls emosional," ungkap penulis studi tersebut, Molly Crockett, seperti dikutip dari berbagai sumber pada Jumat (24/7/2015).

Dalam melakukan penelitian ini, tim memanipulasi kadar serotonin responden. Otak mereka dipindai menggunakan functional magnetic resonance imaging (fMRI) untuk menentukan bagaimana berbagai bagian dari otak mereka bereaksi dan berkomunikasi dengan satu sama lain.

Baca juga: Mau Ngemil Saat Program Turunkan Bobot? Semangka Bisa Jadi Pilihan Tepat

Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya tingkat serotonin membuat komunikasi antara bagian-bagian tertentu dari otak yang lebih lemah dari biasanya. Para peneliti menyimpulkan bahwa ketika hal ini terjadi mungkin lebih sulit bagi otak untuk mengontrol respons emosional marah.

Para peserta juga menyelesaikan kuesioner kepribadian untuk menilai apakah atau tidak mereka memiliki kecenderungan alami terhadap agresi. Mereka yang cenderung untuk agresi memiliki komunikasi bahkan lebih lemah antara daerah tertentu dari otak mereka ketika tingkat serotonin yang rendah, para peneliti menemukan.

Selain itu, studi baru-baru ini juga mengungkapkan bahwa alasan lain mengapa saat lapar seseorang menjadi mudah marah adalah karena karbohidrat, protein, dan lemak dalam makanan dicerna menjadi gula sederhana (seperti glukosa), asam amino, dan asam lemak bebas. Semua kandungan ini merupakan 'bahan bakar' berbagai fungsi fisiologis.

Ketika tingkat nutrisi ini jumlahnya menurun dalam aliran darah Anda, misalnya di antara waktu makan, maka otak merasakan ini sebagai situasi yang mengancam. Akibatnya, terjadi peningkatan pelepasan hormon stres, yakni kortisol dan adrenalin, yang kemudian membuat seseorang menjadi sulit konsentrasi dan mudah marah. (lll/up)

Berita Terkait