Senin, 27 Jul 2015 07:19 WIB

10 Tahun Buta Sebagian, Ray Bisa Melihat Lagi Berkat 'Mata Bionik'

Rahma Lilahi Sativa - detikHealth
Foto: BBC
Manchester - Karena penuaan, pria ini harus hidup dengan kondisi setengah buta. 10 tahun menunggu, ia akhirnya mendapatkan penglihatannya kembali setelah dipasangi mata bionik.

Ray Flynn mengidap Age-related Macular Degeneration (AMD). AMD membuat Ray kehilangan penglihatan tengah atau central vision-nya, sedangkan penglihatan periferalnya baik-baik saja. Sebagai gambaran, dalam pandangan Ray ada semacam noda hitam di bagian tengah matanya, sehingga ia tak dapat fokus ketika melihat sesuatu.

"Ketika membayar dengan kartu kredit di toko atau ke bank, saya tak dapat memasukkan nomor PIN saya, dan sebagai pecinta berkebun, saya tersiksa karena tak dapat membedakan yang mana biji-bijian dan yang mana bunga," keluhnya.

Hingga pada akhirnya pria berusia 80 tahun itu dilibatkan dalam sebuah percobaan pemasangan implan retina khusus yang disebut 'Implan Argus II'. Implan bikinan perusahaan Amerika ini awalnya dipergunakan untuk mengembalikan penglihatan mereka yang buta karena kondisi langka yang disebut retinitis pigmentosa.

Baca juga: AMD Kering dan Basah Penyebab Kebutaan, Mana yang Lebih Berbahaya?

Kemudian 'Implan Argus II' diujicobakan pada penderita AMD, atau gangguan penglihatan akibat perubahan retina yang umumnya terjadi pada lansia. Dan kebetulan Ray merupakan orang pertama yang mendapat kesempatan untuk dipasangi 'mata bionik' tersebut.

Operasi pemasangan implan retina ini dilangsungkan bulan lalu di Manchester Royal Eye Hospital dan dipimpin oleh Prof Paulo Stanga. Prof Paulo mengaku menghabiskan waktu selama empat jam untuk memasang implan tersebut.

Lantas apa istimewanya implan ini? Jadi untuk merasakan manfaatnya, pasien harus mengenakan kacamata khusus yang sekilas mirip Google Glass. Sejatinya kacamata itu telah dilengkapi dengan kamera mini yang berfungsi menangkap segala informasi visual yang ada di hadapan pasien.

Selanjutnya, implan retina yang ditanam tadi akan menerima informasi visual tersebut dan mengubahnya menjadi aliran listrik. Aliran listrik ini lantas ditransmisikan ke elektroda-elektroda yang melekat pada retina. Sel-sel retina yang tersisa dan masih sehat kemudian dipacu oleh elektroda tersebut agar dapat mengirimkan informasi visual yang didapat ke otak.

Dengan begitu, penglihatan pasien bisa kembali. Dua minggu kemudian, Ray menjalani tes penglihatan. Secara mengejutkan, Ray melaporkan bahwa ia dapat mendeteksi pola garis horizontol, vertikal dan diagonal yang ada pada layar komputer.

Untuk memastikan implannya bekerja, peneliti meminta Ray menggambarkan apa yang ia lihat dari implan tersebut, dengan menutup kedua bola matanya. "Ini menakjubkan, karena saya bisa melihat garis-garis dengan mata tertutup," ungkap Ray seperti dikutip dari BBC, Senin (27/7/2015).
 
Sayangnya implan tersebut belum bisa menghasilkan 'penglihatan' dengan resolusi tinggi, namun berdasarkan hasil sejumlah penelitian yang dilakukan sebelumnya terungkap bahwa implan ini setidaknya membantu pasien untuk membedakan pola dan bentuk tertentu.

"Tapi progress-nya luar biasa, ia bisa membedakan orang dengan barang secara efektif. Ini bisa memberikan harapan yang besar bagi orang-orang yang kehilangan penglihatan," timpal Prof Paulo.
 
Rencananya Prof Paulo akan memasangkan implan yang sama kepada empat pasien lagi, untuk mengetahui seberapa jauh efektivitas implan ini.
 
Baca juga: Lari Satu Jam Per Hari Bisa Hindarkan Mata dari Kebutaan (lll/up)