"Di Jakarta ini banyak, kami di RSCM sering menemukan umur 12 tahun sudah aktif secara seksual," kata dr Kartiwa Hadi Nuryanto, SpOG dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) usai memberikan penyuluhan kanker serviks di kantor Kementerian Luar Negeri, Jl Pejambon No 6, Jakarta, Senin (27/7/2015).
Baca juga: Marak Bisnis Prostitusi, Dokter Ingatkan Risiko Kanker Serviks
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aktif secara seksual di usia terlalu muda, menurut dr Kartiwa bakal meningkatkan risiko infeksi HPV karena lebih lama aktif secara seksual. Selain itu, di usia yang terlalu muda jaringan serviks atau leher rahim belum benar-benar matang sehingga rentan infeksi.
"Dikatakan terlalu muda itu biasanya umur belasan tahun. Di atas 20 tahun sudah lebih ideal," kata dr Kartiwa.
Sengaja dr Kartiwa tidak menyinggung umur menikah, sebab risiko kanker serviks muncul saat seorang perempuan mulai aktif secara seksual. Ada kalanya, seseorang sudah aktif secara seksual sebelum menikah.
Di Indonesia, tiap 2 menit ada seorang perempuan meninggal akibat kanker serviks. Sementara dalam sehari, diperkirakan ada 20 perempuan terdiagnosis salah satu jenis kanker paling mematikan ini.
Baca juga: Butuh Alat Cyro, Tak Semua Puskesmas Bisa Tindak Calon Kanker Serviks (up/vit)











































