Wajah Tak Bisa Bergerak, Chef Ini Takut Keluar Rumah

Wajah Tak Bisa Bergerak, Chef Ini Takut Keluar Rumah

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Selasa, 28 Jul 2015 09:28 WIB
Wajah Tak Bisa Bergerak, Chef Ini Takut Keluar Rumah
Foto: Newsteam
Birmingham - Apa salah pria ini? Selama bertahun-tahun, ia harus merasakan bullying karena wajahnya yang dianggap 'tak biasa'. Padahal kondisi itu terjadi hanya karena ia terlahir dengan gangguan saraf langka.

Richard Savage terlahir dengan Sindrom Moebius, sebuah gangguan saraf langka yang melumpuhkan otot wajah penderitanya. Tak heran penderita sindrom ini biasanya memiliki ekspresi yang datar, tak bisa tersenyum, cemberut, atau bahkan mengerdipkan matanya.

Di samping itu, pria yang saat ini berumur 43 tahun itu sulit bicara. Ini merupakan gejala lain yang lazim ditemukan pada penderita Sindrom Moebius selain gangguan pernapasan, kesulitan menelan sesuatu, gangguan tidur, dan tubuh bagian atas yang tak begitu kuat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sayangnya bullying dan hinaan bertubi-tubi yang didapatkan Richard sejak kecil membuatnya menjadi begitu tak percaya diri hingga ia enggan keluar rumah. Bahkan ia mulai mengalami agoraphobia atau serangan panik ketika berada di luar rumah, bahkan meski hanya membayangkannya saja.

Baca juga: 10 Penyakit Aneh yang Dialami Manusia

"Saya tak pernah meninggalkan rumah, padahal saya harus check up rutin ke dokter dan bekerja. Saya merasa tak pernah bisa membaur dengan masyarakat dan di sekolah pun saya di-bully habis-habisan. Orang bilang saya idiot dan jelek, sehingga saya merasa tak berharga," tutur Richard.
 
Yang paling mengejutkan adalah Richard pernah diejek oleh seorang dokter yang ia temui saat masih duduk di bangku kuliah. Di lain waktu, Richard ditolak ketika melamar sebuah pekerjaan karena dianggap 'terlalu jelek'.
 
Hal ini 'memaksa' Richard untuk mengurung dirinya di dalam rumah selama dua tahun. Namun semuanya berubah ketika seorang teman menawari Richard untuk menjalani hypnoterapi.

"Terapisnya datang ke rumah dan saya mencoba sesi terapi selama dua jam. Awalnya saya skeptis, tetapi di hari pertaam saya langsung tertidur begitu saja, saya seperti mengarungi kabut, tak ada lagi kekhawatiran, tak ada lagi kecemasan dan kepanikan, semuanya seperti dihilangkan dari diri saya," paparnya seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (28/7/2015).

Setelah beberapa kali diterapi, pria yang berprofesi sebagai chef itu akhirnya keluar rumah lagi pada musim panas 2013 lalu. Bagi orang lain itu mungkin hal sepele, tetapi bagi Richard ini adalah sebuah perubahan besar.

Kini Richard berencana membukukan kisah masa kecilnya sebagai penderita Sindrom Moebius untuk menginspirasi orang lain.
 
Baca juga: 6 Kisah Manusia Tanpa Ekspresi, Terlahir Tanpa Bisa Tersenyum (lll/up)

Berita Terkait