Dua pasien tersebut berasal dari Manchester Royal Infirmar dan Central Manchester University Hospital. Meski sedang merawat pasien MERS, pihak rumah sakit memastikan bahwa mereka tetap melayani pasien yang datang dan tidak menutup rumah sakit.
Baca juga: Korsel Umumkan Wabah MERS di Negeri Ginseng Sudah Mereda
https://health.detik.com/read/2015/07/28/173229/2977264/763/korsel-umumkan-wabah-mers-di-negeri-ginseng-sudah-mereda
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemberian keterangan ini dilakukan pihak rumah sakit mengingat publik yang semakin waspada. Apalagi bulan lalu, MERS sempat menghebohkan Korea Selatan dan membuat beberapa rumah sakit tutup karena ditengarai sebagai pusat penularan.
Namun Ben Neuman, pakar penyakit bersumber virus dari Reading University menolak anggapan bahwa kasus MERS di Inggris akan seperti di Korea Selatan dan Arab. MERS menurutnya, hanya berbahaya jika tak ditangani dengan baik.
Ia melanjutkan apa yang dilakukan oleh dua rumah sakit di Manchester sudah sangat baik. Prinsip utama dalam penanganan MERS adalah melakukan isolasi, yang dilanjutkan dengan skrining dan monitor kontak dari pasien dan area perawatan yang bersih dan steril.
"Kami sukses menahan Ebola menyebar luas ke masyarakat tahun lalu. Sehingga meskipun dua pasien terbukti positif, menurut saya MERS tidak akan menjadi kasus besar di Inggris," pungkasnya.
Baca juga: Antisipasi MERS, Menkes Ingin Ada Video Peringatan di Pesawat
https://health.detik.com/read/2015/07/08/074741/2963099/763/antisipasi-mers-menkes-ingin-ada-video-peringatan-di-pesawat (mrs/vit)











































