Namun faktanya, banyak ditemukan kasus cacingan akibat mengonsumsi makanan ekstrem, tak lazim atau makanan yang tidak terjamin kebersihannya. Tak percaya? Simak beberapa contoh kasus cacingan akibat makan sembarangan, seperti dirangkum detikHealth, Kamis (30/7/2015) berikut ini.
Baca juga: Hati-hati, Cacing Bisa Bersarang di Paru-paru, Mata dan Otak Manusia
1. Pasien wanita asal Jiangsu
|
foto: whatsonningbo
|
Pasien langsung dioperasi dan tim dokter kemudian menemukan granuloma, atau sejenis radang di otak yang dapat memicu serangan epilepsi, mengingat pasien tak memiliki riwayat ayan. Setelah digali lebih dalam, dokter akhirnya menemukan penyebab sesungguhnya dari granuloma tersebut, yakni cacing sepanjang 23 cm.
Cacing itu termasuk ke dalam jenis cacing pita yang biasanya menyerang saluran cerna, sehingga tim dokter meyakini cacing ini masuk lewat makanan yang dikonsumsi pasien.
2. Emily Buckley
|
foto: Cascade News
|
Diduga cacing ini masuk ke tubuh Emily saat ia berwisata ke Malaysia. Sekembalinya ke Inggris, ia langsung memeriksakan diri dan di san dokter juga menemukan parasit lain dalam kantung empedunya.
3. Pasien asal Bali
|
foto: Livestrong
|
Kebetulan, lanjut Prof Supargiyono, pasien yang bersangkutan adalah orang Bali. Menurutnya dalam tubuh masyarakat Bali rentan ditemukan larva cacing karena kebiasaan mengonsumsi daging mentah.
Untungnya si pasien sudah bisa sembuh berkat obat cacing yang diberikan, itu pun hanya dengan dua dosis saja.
4. Pasien pria asal Guangxi
|
foto: Rocketnews24
|
Ternyata pria ini suka meminum darah dari babi hidup, dan sekali minum ia bisa menandaskan beberapa gelas sekaligus. Di China, darah babi segar kerap diolah menjadi sup manis.
5. Pasien pria asal Guangzhou
|
Foto: Canadian Family Physician
|
Dokter di Guangzhou No. 8 People's Hospital yang menangani pria tersebut yakin jika cacing pita dalam jumlah banyak itu berasal dari daging atau ikan mentah yang terkontaminasi. Beberapa jenis obat pun diberikan untuk memusnahkan cacing-cacing pita tersebut.
"Mengonsumsi makanan yang tidak dimasak dan terkontaminasi telur cacing pita bisa menyebabkan cysticercosis, jika cacing dewasa yang menetas dari telur memasuki aliran darah," kata sang dokter. Selain itu, perlu diwaspadai bahwa meski sudah diasinkan atau diasap, kemungkinan kontaminasi larva masih tetap ada.
Cara penyajian juga patut diperhatikan karena piring yang kurang bersih pun bisa membuat ikan mentah terkontaminasi.
6. Pasien anak usia 11 tahun
|
foto: Central European News
|
Menurut sang ayah, anaknya gemar membeli jajanan dari pedagang kaki lima, sehingga ia menduga parasit itu berasal dari makanan kegemaran putranya. "Saya tidak tahu mengapa dia makan makanan menjijikkan itu. Ia bahkan mengaku kepada saya pernah makan ular panggang. Saya ragu makanan yang ditawarkan kepadanya benar-benar seperti apa yang terlihat. Dia hanya 11 tahun, tidak akan tahu bedanya," kata sang ayah.
7. Hana Flodynova
|
foto: Mirror
|
"Di salah satu ginjalnya terdapat cacing berwarna merah sepanjang 7,6 cm. Kami juga menemukan cacing kedua sepanjang 5 cm telah merangkak ke kandung kemihnya," kata ahli urologi Dr Jan Pulcer dari Ceko.
Cacing parasit berjenis Dioctophyme renale ini biasanya hanya ditemukan pada anjing dan jarang bisa masuk ke tubuh manusia. Belakangan diduga cacing itu masuk lewat makanan laut yang tidak dimasak dengan baik, dan hal ini dikuatkan oleh fakta bahwa Hana sangat hobi makan seafood.
Sayangnya ketika kedua cacing tersebut berhasil diangkat, tak berapa lama kemudian Hana meregang nyawa.
8. Yin Meng
|
foto: Central European News
|
Barulah setelah Yin pingsan lagi beberapa waktu kemudian, pihak rumah sakit akhirnya berkenan mengoperasi gadis ini. Ternyata di dalam tengkorak Yin ditemukan sebuah parasit yang disebut Sparaganosis, yang diperkirakan telah tumbuh di kepalanya sejak bertahun-tahun lalu. Saat diangkat, panjangnya sudah mencapai 10 cm dan berbentuk pipih seperti cacing pita.
Dokter berkesimpulan parasit ini tinggal di kepala Yin karena Yin dan sang nenek suka menangkap kodok kemudian memakannya hidup-hidup saat ia masih kecil.
Halaman 2 dari 9











































