Ya, salah satu risiko yang disebutkan oleh para peneliti adalah gangguan kognitif ringan atau mild cognitive impairment (MCI), yang merupakan gejala awal dari penyakit Alzheimer dan demensia.
"Temuan dari Italian Longitudinal Study on Ageing menyebutkan bahwa mereka yang secara ekstrem terus-menerus minum kopi memiliki risiko lebih tinggi terkena MCI," ungkap salah satu peneliti Francesco Panza dari Universitas Bari Aldo Moro, Italia, seperti dikutip dari berbagai sumber pada Senin (3/8/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, jika ingin memiliki manfaat positif dari konsumsi kopi sebaiknya tetap dibatasi misalnya dengan minum 1-2 cangkir saja per hari.
Dalam studi sebelumnya, penelitian mengaitkan kebiasaan minum kopi dengan risiko diabetes. Seseorang yang sering minum kopi punya risiko 50 persen lebih rendah untuk mengidap diabetes tipe 2.
Para ilmuwan meyakini, manfaat ini didapatkan dari efek antiinflamasi atau antiradang yang terkandung dalam kopi.
Beberapa studi terdahulu memang telah membuktikan adanya hubungan antara kopi dengan berkurangnya risiko diabetes. Studi kali ini lebih spesifik mengungkap penyebabnya, dan membandingkannya dengan populasi yang tidak minum kopi.
Temuan ini dipublikasikan dalam Journal of Alzheimer. (ajg/up)











































