Mendengarkan Jam Tubuh Bisa Bikin Hidup Lebih Berkualitas

Mendengarkan Jam Tubuh Bisa Bikin Hidup Lebih Berkualitas

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Selasa, 04 Agu 2015 12:51 WIB
Mendengarkan Jam Tubuh Bisa Bikin Hidup Lebih Berkualitas
Foto: Caters News Agency
Melbourne - Kaitan antara jam tubuh, atau yang biasa disebut sebagai ritme sirkadian, terhadap mood dan kualitas serta kuantitas tidur memang sangat erat. Dalam sebuah penelitian terbaru dari Australia, peneliti bahkan menyebut jika mendengarkan jam tubuh dapat membuat hidup lebih berkualitas.

Penelitian yang dilakukan Dr Tracey Sletten dari Sleep and Circadian Medicine Laboratory, Monash University, Melbourne, Australia, mencoba melihat kaitan antara kebiasaan tidur tepat waktu dengan kuaitas hidup keesokan harinya. Penelitian ini dilakukan kepada 43 orang dewasa selama dua periode.

Baca juga: Studi: Ini Sebabnya Bangun Lebih Pagi Bantu Turunkan Berat Badan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Periode pertama, para partisipan diminta untuk tidur selama 8 jam tiap hari ketika tubuh mereka terasa mengantuk. Dari periode pertama ini, didapatkan data bahwa biasanya tubuh mulai mengantuk mulai pukul 9.50 malam hingga pukul 1 dini hari.

Pada periode kedua, partisipan diminta untuk mengurangi jam tidurnya. Dari yang semula 8 jam menjadi 5 jam pada minggu pertama, dan dikurangi lagi menjadi 3 jam pada minggu kedua. Data dari periode ini menunjukkan bahwa dengan mengurangi jam tidur, produksi hormon melatonin penyebab ngantuk menjadi berkurang.

"Akibatnya jam tubuh Anda menjadi rusak atau tidak teratur. Hal inilah yang membuat Anda akan merasa payah keesokan harinya karena merasa letih, sering mengantuk dan sulit berkonsentrasi," tutur Dr Sletten, dikutip dari ABC Australia, Selasa (4/8/2015).

Hal ini membuat kualitas hidup seseorang juga menurun. Dari yang awalnya hanya merasa lelah dan pegal, seseorang bisa menjadi pemarah, sering gelisah dan malas karena jam tubuhnya berubah. Dijelaskan Dr Sletten bahwa ini merupakan pengaruh dari hormon melatonin yang tidak teratur.

Contohnya ketika bangun pagi terasa lemas dan mengantuk, berarti melatonin di tubuh masih banyak. Hal ini membuat pekerjaan, sekolah hingga aktivitas harian lainnya menjadi terhambat karena mengantuk.

Karena itu Dr Sletten menyarankan agar tiap orang bisa mengenali jam tubuh mereka masing-masing. Dengan mengikuti jam tubuh yang ada, maka tidur akan lebih baik. Kualitas hidup pun meningkat karena perasaan gelisah, kesal dan lemas pun hilang.

"Jika kita bisa memilih, tentunya kita ingin bisa bebas menentukan kapan waktu tidur dan bangun. Namun ada sekolah, pekerjaan, dan hal-hal lain yang menghalangi kita untuk tidur dan bangun sesukanya. Untuk itu manajemen yang baik harus bisa dilakukan," paparnya.

Baca juga: Studi: Jam Mulai Sekolah Lebih Siang Bisa Dongkrak Nilai Remaja

(mrs/vit)

Berita Terkait