Selain Meditasi, Ini 4 Cara Alternatif Sembuh dari Kecanduan Merokok

Selain Meditasi, Ini 4 Cara Alternatif Sembuh dari Kecanduan Merokok

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Selasa, 04 Agu 2015 14:05 WIB
Selain Meditasi, Ini 4 Cara Alternatif Sembuh dari Kecanduan Merokok
Foto: Agung Rajasa
Jakarta - Kecanduan merokok bisa disembuhkan dengan beragam cara. Pakar mengatakan hingga saat ini sudah ada beberapa metode pengobatan untuk berhenti merokok antara lain permen karet nikotin, koyo nikotin hingga terapi perilaku dan hipnotis.

Namun penelitian terbaru mengatakan bahwa meditasi secara tidak langsung juga dapat mengatasi kecanduan merokok. Alih-alih menyuruh orang untuk berhenti, meditasi menghilangkan stres yang akhirnya membuat orang tidak ingin berhenti merokok.

Baca juga: Aneka Terapi Penggantian Nikotin Bagi Mereka yang Kecanduan Merokok

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menggunakan prinsip yang sama, berikut 4 alternatif cara sembuh dari kecanduan merokok selain meditasi, seperti dikutip dari CNN, Selasa (4/8/2015).

1. Atur ulang sistem otak

Foto: Thinkstock/Ivan Radovanovic
Art Markman, profesor psikologi dari University of Texas sekaligus penulis buku 'Smart Change: Five Tools to Create New and Sustainable Habits in Yourself and Others' mengatakan otak mempunyai dua sistem mekanisme. Sistem Go untuk memulasi sesuatu dan sistem Stop untuk berhenti.

Daripada terus menerus menekan sistem Stop ketika Anda ingin merokok, Markman mengatakan otak akan lebih termotivasi jika Anda mengaktifkan sistem Go. Dengan kata lain, ubah sudut pandang Anda ketika ingin merokok dengan cara mengatur ulang sistem otak.

"Mengatakan saya ingin hidup sehat dan panjang umur sebagai non-perokok lebih baik daripada mengatakan saya ingin berhenti merokok. Kalimat pertama akan membuat otak lebih responsif dan bekerja lebih baik menuju tujuan, yakni ingin hidup sehat dan panjang umur," papar Markman.

2. Buat rencana dan latihan

Foto: Kaboompics/Pixabay
Christine Whelan, pengajar di fakultas Consumer Science, School of Human Ecology, University of Wisconsin-Madison, mengatakan bahwa seperti otot, kontrol diri akan semakin baik jika sering dilatih. Namun tentu saja kontrol diri bisa jebol jika terus menerus dilatih tanpa istirahat.

Untuk itu sangat penting Anda memiliki rencana latihan yang tersusun. Misalnya, dengan memiliki prinsip tidak akan membeli rokok, meskipun Anda tetap bisa merokok dengan memintanya dari orang lain. Seiring berjalannya waktu, keinginan akan berkurang karena sumber daya yang semakin terbatas.

"Buat target Anda menjadi lebih mudah dilakukan, sementara kebiasaan jelek sulit dilakukan. Langkah paling mudah adalah membuang semua korek api dan asbak yang ada di rumah serta tidak mengeluarkan uang untuk rokok," paparnya.

3. Cari umpan-balik

Foto: BlueOlive/Pixabay
Sebagai makhluk sosial, Markman mengatakan manusia selalu butuh umpan-balik untuk segala hal yang dilakukannya. Hal ini juga bisa diterapkan ketika Anda ingin sembuh dari kecanduan merokok.

Coba ceritakan niat Anda ke semua orang yang dikenal tanpa terkecuali. Hal ini akan membuat rasa mawas diri dan komitmen untuk menjalaninya lebih besar karena banyaknya mata yang mengawasi Anda.

"Tentu saja jika Anda sudah berkata A kepada semua orang, orang-orang akan mengharapkan Anda untuk melakukannya. Hal ini membuat Anda lebih teguh untuk menjalani komitmen karena ingin terhindar dari rasa malu," ungkapnya.

4. Gunakan aplikasi digital

Foto: MariusMB/Pixabay
Aplikasi digital untuk sembuh dari kecanduan merokok sudah banyak beredar. Dengan menggunakan aplikasi, akan ada pengingat yang membuat kontrol diri Anda menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Craving To Quit merupakan salah satu aplikasi yang dapat membantu. Dengan hanya $1 (Rp 13.400) per hari, Anda dapat memiliki aplikasi ini. Keutamaan aplikasi ini terletak pada tombol "Panic Button" yang membuat Anda bisa menahan keinginan untuk merokok.
Halaman 2 dari 5
Art Markman, profesor psikologi dari University of Texas sekaligus penulis buku 'Smart Change: Five Tools to Create New and Sustainable Habits in Yourself and Others' mengatakan otak mempunyai dua sistem mekanisme. Sistem Go untuk memulasi sesuatu dan sistem Stop untuk berhenti.

Daripada terus menerus menekan sistem Stop ketika Anda ingin merokok, Markman mengatakan otak akan lebih termotivasi jika Anda mengaktifkan sistem Go. Dengan kata lain, ubah sudut pandang Anda ketika ingin merokok dengan cara mengatur ulang sistem otak.

"Mengatakan saya ingin hidup sehat dan panjang umur sebagai non-perokok lebih baik daripada mengatakan saya ingin berhenti merokok. Kalimat pertama akan membuat otak lebih responsif dan bekerja lebih baik menuju tujuan, yakni ingin hidup sehat dan panjang umur," papar Markman.

Christine Whelan, pengajar di fakultas Consumer Science, School of Human Ecology, University of Wisconsin-Madison, mengatakan bahwa seperti otot, kontrol diri akan semakin baik jika sering dilatih. Namun tentu saja kontrol diri bisa jebol jika terus menerus dilatih tanpa istirahat.

Untuk itu sangat penting Anda memiliki rencana latihan yang tersusun. Misalnya, dengan memiliki prinsip tidak akan membeli rokok, meskipun Anda tetap bisa merokok dengan memintanya dari orang lain. Seiring berjalannya waktu, keinginan akan berkurang karena sumber daya yang semakin terbatas.

"Buat target Anda menjadi lebih mudah dilakukan, sementara kebiasaan jelek sulit dilakukan. Langkah paling mudah adalah membuang semua korek api dan asbak yang ada di rumah serta tidak mengeluarkan uang untuk rokok," paparnya.

Sebagai makhluk sosial, Markman mengatakan manusia selalu butuh umpan-balik untuk segala hal yang dilakukannya. Hal ini juga bisa diterapkan ketika Anda ingin sembuh dari kecanduan merokok.

Coba ceritakan niat Anda ke semua orang yang dikenal tanpa terkecuali. Hal ini akan membuat rasa mawas diri dan komitmen untuk menjalaninya lebih besar karena banyaknya mata yang mengawasi Anda.

"Tentu saja jika Anda sudah berkata A kepada semua orang, orang-orang akan mengharapkan Anda untuk melakukannya. Hal ini membuat Anda lebih teguh untuk menjalani komitmen karena ingin terhindar dari rasa malu," ungkapnya.

Aplikasi digital untuk sembuh dari kecanduan merokok sudah banyak beredar. Dengan menggunakan aplikasi, akan ada pengingat yang membuat kontrol diri Anda menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Craving To Quit merupakan salah satu aplikasi yang dapat membantu. Dengan hanya $1 (Rp 13.400) per hari, Anda dapat memiliki aplikasi ini. Keutamaan aplikasi ini terletak pada tombol "Panic Button" yang membuat Anda bisa menahan keinginan untuk merokok.

(mrs/vit)

Berita Terkait