drg Rachel Sifra dari Hendra Hidayat Dental Center (HHDC) menuturkan bau mulut atau halitosis bisa disebabkan oleh kebersihan mulut yang buruk, juga pembersihan gigi tiruan yang buruk. Penyakit gusi dan tanda penyakit lain dalam tubuh juga bisa menyumbang masalah bau mulut.
"Sisa makanan yang terjebak dalam lubang akan membusuk dengan adanya bakteri dan menyebabkan halitosis," terang dr Rachel di HHDC Clinic, Thamrin City - Office Suite lantai 3 unit 2, Jl. KH Mas Mansyur, Jakarta Pusat, dan ditulis pada Senin (10/8/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bau yang berasal dari bagian belakang lidah dapat mengindikasikan adanya akumulasi lendir di bagian belakang hidung dan tenggorokan," lanjut dr Rachel.
Baca juga: Mulut Wangi Saat Bayi Tapi Bau Ketika Dewasa, Apa Sebabnya?
Untuk mengatasi bau mulut, jangan lupa untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut antara lain dengan menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride. Gunakan pula dental floss untuk membersihkan sisa makanan di sela gigi dan juga pembersih lidah. Kumur dengan obat kumur yang mengandung antiseptik dikatakan drg Rachel juga cukup membantu.
"Banyak minum air mineral dan hindari konsumsi kopi yang terlalu banyak," saran drg Rachel.
Penting pula untuk selalu berkunur usai makan. Selain itu kurangi konsumsi daging dan perbanyak konsumsi sayur dan buah. Jika Anda perokok, sebaiknya kurangi kebiasaan itu. Hindari pula minuman beralkohol dan konsumsi gula berlebih.
"Kunyah permen karet yang bebas kandungan gula, terutama jika mulut terasa kering," kata dr Rachel menutup pembicaraan.
Baca juga: Ini Cara yang Tepat untuk Membersihkan Lidah Agar Tetap Sehat (vit/up)











































