Senin, 10 Agu 2015 16:27 WIB

Film Pendek Ini Dorong Kesadaran Pentingnya Tes HIV

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/ss/nz/14 Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/ss/nz/14
Jakarta - Melakukan tes Human Immunodeficiency Virus (HIV) penting bagi kelompok berisiko tinggi seperti pengguna narkoba suntik, lelaki seks lelaki (LSL), pekerja seks waria (PSW), dan pekerja seks perempuan (PSP). Pemeriksaan pada pasangan kelompok berisiko tinggi juga tak bisa dikesampingkan.

Berangkat dari hal tersebut, Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI) berupaya meningkatkan kesadaran HIV-AIDS pada pasangan suami istri melalui film pendek. Berdurasi 6 menit, film yang dibintangi oleh Ayudia Bing Slamet dan Tanta Ginting tersebut menceritakan soal bagaimana kesadaran akan tes HIV berguna bagi kehidupan pasutri.

"Film tentang HIV selama ini kan kebanyakan sedih. Kalau dibikin sedih orang malah takut melakukan tes. Makanya film ini dibikin sedikit komedi supaya yang menonton tidak melulu akhirnya takut dan tidak melulu melihat memandang tes HIV secara negatif," kata acting coordinator IPPI, Christine Mester di De Resto, Plaza Festival, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (10/8/2015).

Baca juga: Keren! Kuba Sukses Eliminasi Penularan HIV dari Ibu ke Anak

Dalam film tersebut, digambarkan sang istri yang diperankan Ayudia enggan bercinta karena mendengar kabar temannya ada yang tertular HIV dari sang suami. Padahal, suami Ayudia sudah ditanya soal keturunan. Ayudia pun memberanikan diri meminta sang suami, Tanta, menjalani tes HIV. Di akhir film, akhirnya Ayudia dan Tanta bisa memiliki anak karena sang suami sudah terbukti negatif HIV.

Melalui film ini, diharapkan pasutri bisa lebih terbuka untuk membicarakan HIV. Meskipun, diakui Christine ketika istri diketahui positif HIV akan lebih sulit baginya untuk bisa berterus terang pada suami. Penyebabnya, bisa karena kekhawatiran takut diceraikan atau ditinggalkan suaminya.

"Rencananya, film ini akan disebar ke sosial media, sesingkat mungkin dengan durasi kurang lebih 6 menit supaya tidak bosan. Kami berusaha menyebarkan film ini seluas-luasnya sehingga bisa menjangkau penasun, LSL, dan pekerja seks agar mereka bisa  lebih mudah bicara soal HIV dengan menonton film itu," kata Christine.

Menurut data Kementerian Kesehatan bulan Juli-September 2014 rasio Orang Dengan HIV-AIDS (ODHA) wanita dan pria yakni 1:1. "Pada ibu rumah tangga, ada sekitar enam ribu sekian. Tidak sedikit pula yang tidak mendapat treatment atau treatment-nya terlambat. IPPI berusaha berbuat sesuatu meski karena intervensi penularan HIV pada ibu rumah tangga juga belum banyak," kata Christine.

Baca juga: Ubah Stigma, Majalah Ini Dicetak Khusus Memakai Darah Orang dengan HIV

(rdn/vit)