"Biasanya, gejalanya akan lebih berat dibanding dengan mereka yang sudah diimunisasi," dr Meta Hanindita, SpA dari Rumah Sakit Dr Soetomo Surabaya, dalam keterangannya kepada detikHealth dan ditulis pada Senin (10/8/2015).
Sedangkan jika bayi sudah mendapatkan vaksin campak, sebetulnya juga bukan merupakan jaminan 100 persen bayi itu tidak akan terkena campak. Dengan adanya vaksin, maka fungsinya adalah untuk mengurangi keparahan penyakit dan menurunkan angka komplikasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anak yang telah diimunisasi campak bisa saja terkena campak, namun gejalanya akan lebih
ringan dibanding mereka yang belum pernah diimunisasi," sambung dr Meta.
Beberapa bayi yang mendapat vaksin campak, dalam beberapa kasus tidak lama kemudian terserang campak. Apakah ini berarti pertanda bagus, karena tubuh langsung berkesempatan membentuk antibodi? "Bukan bagus atau tidak sih ya, tapi setidaknya kalau kena campak setelah imunisasi, gejala yang timbul akan lebih ringan dibanding sebelum imunisasi, dan risiko kena komplikasinya pun menurun," jelas dr Meta.
Protein telur terkandung pada vaksin campak. Karena itu sebaiknya tidak diberikan pada anak yang mempunyai kerentanan tinggi terhadap protein telur. "Diskusikan dengan dokter bagaimana sebaiknya," pesan dr Meta.
Baca juga: Yuk Cari Tahu Perbedaan Campak, Campak Jerman dan Roseola (vit/vit)











































