Sudah Pernah Kena Campak, Bisakah Kena Lagi?

Campak dan Anak

Sudah Pernah Kena Campak, Bisakah Kena Lagi?

Nurvita Indarini - detikHealth
Senin, 10 Agu 2015 19:04 WIB
Sudah Pernah Kena Campak, Bisakah Kena Lagi?
Foto: Thinkstock
Jakarta - Sudah divaksin campak, tapi beberapa orang tua mengeluhkan anaknya kembali terkena campak. Sebenarnya bisakah campak kembali diderita meskipun sebelumnya sudah pernah sakit campak?

"Umumnya anak hanya kena campak satu kali, karena pasca kena campak, anak sudah mempunyai
antibodi," ujar dr Meta Hanindita, SpA dari Rumah Sakit Dr Soetomo Surabaya, dalam keterangannya kepada detikHealth dan ditulis pada Senin (10/8/2015).

Menurut dia, bisa jadi penyakit lain dengan gejala demam dan muncul ruam di kulit menyebabkan orang tua berasumsi anaknya kembali terkena campak. "Bisa jadi yang dimaksud 'campak' adalah penyakit lain dengan gejala fever and rash seperti roseola atau rubella," sambungnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Ini yang Terjadi Jika Bayi Kena Campak Sebelum Divaksin

Campak, campak jerman, dan roseola mungkin sepintas terlihat sama. Sebab ketiganya ditandai dengan munculnya demam dan ruam di kulit. Namun penyebab ketiga penyakit itu berbeda. Campak disebabkan paramyxovirus, sementara roseola disebabkan Human Herpes Virus 6. Sedangkan campak jerman disebabkan virus Rubella RNA.

Dari ruam yang muncul pun bisa dilihat perbedaannya. Ruam pada roseola akan timbul saat panas sudah turun dan biasanya berlangsung selama beberapa jam hingga dua hari. Sementara ruam pada campak akan muncul saat panas sedang tinggi-tingginya. Ruam pada campak jerman memang mirip dengan ruam pada campak, tapi bisa dibedakan dengan gejala lain yang menyertai.

Dijelaskan dr Meta, campak bisa mengakibatkan kematian sebagai akibat dari komplikasi yang muncul. Camoak bisa memicu munculnya penyakit lain seperti pneumonia dan meningitis.

"Status gizi yang kurang baik (kurang/ buruk), status imunisasi campak anak serta daya tahan tubuh yang bersangkutan, dan anak-anak dengan immunocompromised dapat terkena campak berat," tutur dr Meta.

Baca juga: Mitos-Mitos Penyakit Campak yang Masih Banyak Dipercaya (vit/vit)

Berita Terkait