Ketika tak kunjung diobati, kondiloma atau kutil kelamin bisa menimbulkan rasa tidak nyaman. Untuk menanganinya bisa dengan konsumsi obat atau operasi, tergantung derajat keparahan.
"Kalau masih ringan, bisa kita beri obat oral interferon, atau dengan diinjeksi di lesinya, tujuannya untuk meningkatkan sistem imunnya," kata dr Panondang Panggabean SpB dari Klinik Rumah Wasir di Graha Rumah Sunatan, Jati Asih, Bekasi, Jumat (14/8/2015).
Namun, ketika kondiloma luas dan dalam jumlah banyak, maka harus dilakukan operasi untuk mengangkatnya. Setelah diangkat, umumnya akan diberi vaksin sebanyak tiga kali dalam waktu enam bulan. Vaksin diberi di bulan nol, kedua, dan keenam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau salep biasanya sebagai pendukung pasca operasi. Pasca dioperasi ingat, bukan tidak mungkin masih ada HPV yang menempel di kulit maka dari itu kita kasih vaksin," tutur dr Panondang.
Salah satu metode operasi yang bisa dilakukan yakni Biological Electrical Impedance Auto-Measurement (BEIM). Dengan metode ini, kondiloma bisa diangkat tanpa jahitan, tanpa rawat inap, dan pasien pun bisa langsung beraktivitas. Untuk itu, guna mencegah kambuhnya kondiloma dr Panondang menyarankan baiknya hindari perilaku seks berisiko. Sedangkan penggunaan antiseptik bisa dilakukan untuk mencegah bakteri.
"Pakai antiseptik berarti kita mengubah lingkungannya. Pakai antiseptik jenis bakteriostatic, kuman tetap saja hidup tapi lingkungannya dibuat tidak mendukung. Kalau antibiotik jenis baktericyd, bakterinya langsung mati. Itu berlaku untuk bakteri tertentu tapi kalau virus tidak," tutur dr Panondang.
Baca juga: 3 Faktor Ini Tentukan Mudah Tidaknya Virus Menginfeksi Tubuh











































