Bisa Ditangani, Kena Kanker Bukan Berarti 'Hukuman Mati'

Bisa Ditangani, Kena Kanker Bukan Berarti 'Hukuman Mati'

Firdaus Anwar - detikHealth
Kamis, 20 Agu 2015 12:27 WIB
Bisa Ditangani, Kena Kanker Bukan Berarti Hukuman Mati
Foto: Thinkstock
Nusa Dua, Bali - Mendengar diagnosa kanker mungkin bisa mengguncang hati pengidapnya. Banyak orang menganggap kanker adalah sebagai 'hukuman mati' padahal nyatanya tak demikian.

Profesor dr Hasbullah Thabrany, MPH, dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia mengatakan banyak orang yang sudah terkena kanker bisa bertahan hidup. Memang beberapa kanker seperti paru-paru mortalitasnya tinggi tapi kanker lainnya seperti payudara bisa ditangani dan jumlah mortalitasnya lebih rendah.

Kuncinya adalah deteksi dini kanker dan menjaga diri dengan perilaku hidup sehat. Kanker apa saja jika diketahui secara dini dan ditangani prognosis hidup pengidapnya bisa lebih baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kanker bukan takdir, dia bisa diatur. Jadi kalau kita menghindari faktor risikonya kita bisa melindungi diri dari kanker. Mayoritas orang-orang tak menyadari ini dan menyalahkan Tuhan," kata dr Hasbullah dalam acara konferensi media di Westin Hotels & Resort, Nusa Dua, Bali, Kamis (20/8/2015).

Baca juga: Studi: Hampir Setengah Pasien Kanker di Asia Tenggara Bangkrut dalam Setahun

"Kalau Anda merokok bisa kena kanker paru-paru terus kalau sanitasi anda tak baik terutama untuk wanita, Anda berisiko kena kanker serviks. Kita tak bisa menyalahkan Tuhan karena sudah memberi kita kanker," lanjut dr Hasbullah.

Edukasi tentang pola hidup sehat  perlu ditingkatkan. Anggaran pemerintah Rp 70 triliun untuk kesehatan termasuk di dalamnya promosi kesehatan dikatakan dr Hasbullah  masih sedikit bila dibandingkan dengan penjualan konsumsi rokok Rp 400 triliun.

Studi menyebut pada tahun 2012 ada lebih dari 770 ribu kasus kanker baru dan 527 kematian karena kanker di Asia Tenggara. Jumlah tersebut diperkirakan bisa meningkat sampai 70% pada tahun 2030 dengan jumlah kasus baru mencapai 1,3 juta bila tak ada intervensi.

Baca juga: Tragis, Pria Ini Meninggal 11 Hari Pasca Didiagnosis Kanker Esofagus

(fds/vit)

Berita Terkait