Apalagi sebelum menjalani operasi plastik, ada beberapa kondisi kesehatan yang harus diperhatikan untuk meminimalisir risiko yang akan terjadi di kemudian hari. Sama seperti operasi lainnya, operasi plastik juga memiliki risiko yang mungkin terjadi pasca operasi dilakukan. Kondisi kesehatan dan riwayat medis merupakan faktor utama penentu risiko yang akan diperoleh selepas operasi plastik, sementara faktor usia tidak terlalu berpengaruh.
Sarah Eggenberger, pakar kecantikan dan gaya hidup yang berbasis di Milwaukee menerangkan beberapa kecenderungan yang umum terjadi pada orang-orang terkait dengan operasi plastik. Sarah menguraikan, pola kecenderungan ini berdasarkan rentang usia. Untuk itu, ia menyarankan berbagai hal yang harus dilakukan pada tiap-tiap rentang usia agar operasi plastik dapat berjalan dengan baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Usia 20-an
|
Foto: Thinkstock/Nikodash
|
Gaya hidup sehat yang diterapkan sejak dini, menurut Sarah mampu menunda tanda-tanda penuaan dan menjauhkan seseorang dari biaya operasi plastik yang tidak murah. Langkah kecil seperti menjaga pola makan dan selalu menggunakan tabir surya secara teratur untuk menjaga kulit, ampuh untuk menjaga kulit dan wajah tetap sehat.
Pada usia ini, yang paling umum dilakukan adalah tindakan menghilangkan kantung mata. Untuk mencapai tujuan tersebut, Sarah merekomendasikan blepharoplasty. Blepharoplasty adalah prosedur singkat yang bisa menghilangkan kantung mata. Biayanya sekitar Rp 30-50 juta dengan waktu operasi selama 3 jam.
2. Usia 40-an
|
Foto: Thinkstock/michaeljung
|
"Untuk itu, injeksi pemindahan lemak dapat dilakukan. Injeksi ini mampu mengambil lemak di tempat-tempat yang tidak Anda inginkan, lalu melalui injeksi liposuction, Anda bisa menempatkan lemak tersebut di area wajah yang kekurangan lemak," tutur Sarah.
Masalah lain yang kerap muncul yakni selulit yang disebabkan tingkat estrogen yang menurun serta lemak yang banyak mengendap di bagian tubuh. Meskipun tidak ada obat permanen untuk menghilangkan selulit, operasi Cellulaze dapat dilakukan untuk menghilangkan garis-garis selulit.
Baca juga: Celso Santebanes, Pria yang Habiskan Rp 594 Juta Demi Menjadi Boneka Ken
3. Usia 50-60 tahun
|
Foto: Phalinn Ooi/Flickr
|
"Beberapa kondisi medis yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk menjalani operasi plastik antara lain adalah infeksi. Infeksi yang pernah dialami sebelumnya dapat bertindak sebagai katalis untuk kemungkinan cacat," kata Sarah mengingatkan.
Jika Anda alergi terhadap anestesi maka dapat memacu depresi pernafasan. Berat badan yang tidak stabil dan tidak sehat dapat membuat tubuh membutuhkan lebih banyak waktu untuk penyembuhan dan pemulihan pasca operasi. Begitu juga dengan pola tidur. Memiliki gangguan tidur seperti apnea akan berisiko pada kelelahan dan gangguan pada pernapasan pasca operasi.
Halaman 2 dari 4











































