Hal-hal yang Patut Dipertimbangkan Sebelum Menjalani Operasi Plastik

Hal-hal yang Patut Dipertimbangkan Sebelum Menjalani Operasi Plastik

Sapta Agung - detikHealth
Kamis, 20 Agu 2015 19:02 WIB
Hal-hal yang Patut Dipertimbangkan Sebelum Menjalani Operasi Plastik
Foto: REUTERS/Raheb Homavandi/TIMA
Milwaukee, AS - Jangan gegabah saat berniat menjalani operasi plastik. Sebab, ada beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan terlebih dulu. Di samping biayanya yang sangat mahal, operasi plastik membutuhkan perawatan yang juga tidak murah.

Apalagi sebelum menjalani operasi plastik, ada beberapa kondisi kesehatan yang harus diperhatikan untuk meminimalisir risiko yang akan terjadi di kemudian hari. Sama seperti operasi lainnya, operasi plastik juga memiliki risiko yang mungkin terjadi pasca operasi dilakukan. Kondisi kesehatan dan riwayat medis merupakan faktor utama penentu risiko yang akan diperoleh selepas operasi plastik, sementara faktor usia tidak terlalu berpengaruh.

Sarah Eggenberger, pakar kecantikan dan gaya hidup yang berbasis di Milwaukee menerangkan beberapa kecenderungan yang umum terjadi pada orang-orang terkait dengan operasi plastik. Sarah menguraikan, pola kecenderungan ini berdasarkan rentang usia. Untuk itu, ia menyarankan berbagai hal yang harus dilakukan pada tiap-tiap rentang usia agar operasi plastik dapat berjalan dengan baik.  

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Hasil Operasi Abal-abal, Payudara Stacy Terlihat Jadi Empat

1. Usia 20-an

Foto: Thinkstock/Nikodash
"Pada transisi usia 20 menuju 30, hal yang perlu Anda perhatikan adalah pencegahan. Pada tahapan ini, pola pikir Anda yang harus dijauhkan dari opsi menjalani operasi plastik. Lebih baik prioritaskan tindakan pencegahan untuk menghindari garis di wajah, kerutan, ataupun keriput yang akan terjadi di kemudian hari," kata Sarah seperti dikutip dari Today Health & Wellness, Kamis (20/8/2015),

Gaya hidup sehat yang diterapkan sejak dini, menurut Sarah mampu menunda tanda-tanda penuaan dan menjauhkan seseorang dari biaya operasi plastik yang tidak murah. Langkah kecil seperti menjaga pola makan dan selalu menggunakan tabir surya secara teratur untuk menjaga kulit, ampuh untuk menjaga kulit dan wajah tetap sehat.

Pada usia ini, yang paling umum dilakukan adalah tindakan menghilangkan kantung mata. Untuk mencapai tujuan tersebut, Sarah merekomendasikan blepharoplasty. Blepharoplasty adalah prosedur singkat yang bisa menghilangkan kantung mata. Biayanya sekitar Rp 30-50 juta dengan waktu operasi selama 3 jam.

2. Usia 40-an

Foto: Thinkstock/michaeljung
Penuaan, seperti kerusakan kulit akibat sinar matahari, akan terlihat jelas ketika seseorang berusia 40-an. Kerusakan ini akan lebih parah apalagi pada wanita yang telah mengandung dan melahirkan anak. Seiring dengan berkurangnya kandungan lemak di wajah, bintik-bintik kering akan muncul. Selain itu, keriput akan muncul sebagai hasil dari pengaruh sinar matahari. Lipatan nasolabial atau garis dari hidung ke mulut menjadi lebih dalam dan dapat mengubah bentuk wajah dari bulat menjadi persegi.

"Untuk itu, injeksi pemindahan lemak dapat dilakukan. Injeksi ini mampu mengambil lemak di tempat-tempat yang tidak Anda inginkan, lalu melalui injeksi liposuction, Anda bisa menempatkan lemak tersebut di area wajah yang kekurangan lemak," tutur Sarah.

Masalah lain yang kerap muncul yakni selulit yang disebabkan tingkat estrogen yang menurun serta lemak yang banyak mengendap di bagian tubuh. Meskipun tidak ada obat permanen untuk menghilangkan selulit, operasi Cellulaze dapat dilakukan untuk menghilangkan garis-garis selulit.

Baca juga: Celso Santebanes, Pria yang Habiskan Rp 594 Juta Demi Menjadi Boneka Ken

3. Usia 50-60 tahun

Foto: Phalinn Ooi/Flickr
Pada usia 50-60 tahun, Anda kemungkinan akan mengalami kulit kendor di beberapa area tubuh, terutama di leher dan daerah wajah. Filler, injeksi, maupun perawatan non-invasif lainnya tidak akan cukup untuk menghilangkannya. Satu-satunya pilihan adalah pengangkatan atau facelift. Menurut Sarah, facelift  dapat membantu mengembalikan kelengkungan alami dari wajah dan membuatnya tampak lebih kencang.

"Beberapa kondisi medis yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk menjalani operasi plastik antara lain adalah infeksi. Infeksi yang pernah dialami sebelumnya dapat bertindak sebagai katalis untuk kemungkinan cacat," kata Sarah mengingatkan.

Jika Anda alergi terhadap anestesi maka dapat memacu depresi pernafasan. Berat badan yang tidak stabil dan tidak sehat dapat membuat tubuh membutuhkan lebih banyak waktu untuk penyembuhan dan pemulihan pasca operasi. Begitu juga dengan pola tidur. Memiliki gangguan tidur seperti apnea akan berisiko pada kelelahan dan gangguan pada pernapasan pasca operasi.
Halaman 2 dari 4
"Pada transisi usia 20 menuju 30, hal yang perlu Anda perhatikan adalah pencegahan. Pada tahapan ini, pola pikir Anda yang harus dijauhkan dari opsi menjalani operasi plastik. Lebih baik prioritaskan tindakan pencegahan untuk menghindari garis di wajah, kerutan, ataupun keriput yang akan terjadi di kemudian hari," kata Sarah seperti dikutip dari Today Health & Wellness, Kamis (20/8/2015),

Gaya hidup sehat yang diterapkan sejak dini, menurut Sarah mampu menunda tanda-tanda penuaan dan menjauhkan seseorang dari biaya operasi plastik yang tidak murah. Langkah kecil seperti menjaga pola makan dan selalu menggunakan tabir surya secara teratur untuk menjaga kulit, ampuh untuk menjaga kulit dan wajah tetap sehat.

Pada usia ini, yang paling umum dilakukan adalah tindakan menghilangkan kantung mata. Untuk mencapai tujuan tersebut, Sarah merekomendasikan blepharoplasty. Blepharoplasty adalah prosedur singkat yang bisa menghilangkan kantung mata. Biayanya sekitar Rp 30-50 juta dengan waktu operasi selama 3 jam.

Penuaan, seperti kerusakan kulit akibat sinar matahari, akan terlihat jelas ketika seseorang berusia 40-an. Kerusakan ini akan lebih parah apalagi pada wanita yang telah mengandung dan melahirkan anak. Seiring dengan berkurangnya kandungan lemak di wajah, bintik-bintik kering akan muncul. Selain itu, keriput akan muncul sebagai hasil dari pengaruh sinar matahari. Lipatan nasolabial atau garis dari hidung ke mulut menjadi lebih dalam dan dapat mengubah bentuk wajah dari bulat menjadi persegi.

"Untuk itu, injeksi pemindahan lemak dapat dilakukan. Injeksi ini mampu mengambil lemak di tempat-tempat yang tidak Anda inginkan, lalu melalui injeksi liposuction, Anda bisa menempatkan lemak tersebut di area wajah yang kekurangan lemak," tutur Sarah.

Masalah lain yang kerap muncul yakni selulit yang disebabkan tingkat estrogen yang menurun serta lemak yang banyak mengendap di bagian tubuh. Meskipun tidak ada obat permanen untuk menghilangkan selulit, operasi Cellulaze dapat dilakukan untuk menghilangkan garis-garis selulit.

Baca juga: Celso Santebanes, Pria yang Habiskan Rp 594 Juta Demi Menjadi Boneka Ken

Pada usia 50-60 tahun, Anda kemungkinan akan mengalami kulit kendor di beberapa area tubuh, terutama di leher dan daerah wajah. Filler, injeksi, maupun perawatan non-invasif lainnya tidak akan cukup untuk menghilangkannya. Satu-satunya pilihan adalah pengangkatan atau facelift. Menurut Sarah, facelift  dapat membantu mengembalikan kelengkungan alami dari wajah dan membuatnya tampak lebih kencang.

"Beberapa kondisi medis yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk menjalani operasi plastik antara lain adalah infeksi. Infeksi yang pernah dialami sebelumnya dapat bertindak sebagai katalis untuk kemungkinan cacat," kata Sarah mengingatkan.

Jika Anda alergi terhadap anestesi maka dapat memacu depresi pernafasan. Berat badan yang tidak stabil dan tidak sehat dapat membuat tubuh membutuhkan lebih banyak waktu untuk penyembuhan dan pemulihan pasca operasi. Begitu juga dengan pola tidur. Memiliki gangguan tidur seperti apnea akan berisiko pada kelelahan dan gangguan pada pernapasan pasca operasi.

(rdn/rdn)

Berita Terkait