Tahun 2015 rencananya ada sekitar 3.100 dokter muda seluruh Indonesia yang diberangkatkan untuk praktik magang di daerah-daerah seluruh Indonesia pada November. Dari jumlah tersebut beberapa di antaranya adalah lulusan tahun lalu yang terlambat berangkat karena berbagai alasan.
"Tahun kemarin kita siapkan wahana (tempat praktik -red) untuk 504 dokter, 125 enggak mau berangkat," kata Kepala sub-Bidang Pengembangan SDM Kementerian Kesehatan drg Yana Yojana, MA, ketika ditemui di Rumpun Ilmu-ilmu Kesehatan (RIK), Universitas Indonesia, Depok, dan ditulis pada Selasa (25/8/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tanya kenapa enggak mau berangkat: 'karena saya maunya dekat rumah ibu saya. Gak mau jauh-jauh ke Papua, Sulawesi. Maunya di sekitar pulau Jawa.' Jadi kendalanya memang milih-milih," lanjutnya.
Menanggapi fenomena ini Sekretaris Jenderal Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Daeng Muhammad Faqih, MH, berkomentar bahwa memang ia rasakan rasa mengabdi dokter sekarang berbeda dari dokter dahulu.
"Menurut saya sih kawan-kawan sekarang ini rasa mengabdinya berkurang. Karena perhitungan mencari tempat internship itu bukan perhitungan untuk mengabdi lagi tapi perhitungan untuk dekat keluarga dan supaya cepat selesai proses ini," kata dr Daeng.
"Jiwa mengabdi itu perlu ditumbuhkan apalagi untuk dokter," pungkasnya.
Baca juga: Dekan FKUI: Separuh dari Calon Dokter Kurang Miliki Empati (fds/ajg)











































