Selasa, 25 Agu 2015 20:00 WIB

Berapa Kali Botol Air Minum Kemasan Bisa Dipakai Ulang untuk Tempat Minum?

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Botol air minum dalam kemasan (AMDK) kerap dijadikan wadah air minum. Nah, jika Anda salah satu yang pernah melakukan hal itu, sebaiknya perhatikan berapa kali botol tersebut sudah digunakan.

"Penggunaan kemasan air minum dalam kemasan tidak boleh lebih dari dua kali. Prinsipnya, material dalam botol AMDK akan terurai," tegas pakar air Dr Ir Firdaus Ali, MSc yang juga ketua Indonesian Water Institute.

Ditemui usai Konferensi Pers Unilever Pure It di Kembang Goela Resto, Plaza Central, Jakarta, Selasa (25/8/2015), Firdaus menuturkan hal ini sama saja dengan anjuran agar AMDK tidak terekspos temperatur ekstrem. Misalnya diletakkan di mobil atau terkena cahaya matahari langsung.

Efeknya, material pada botol AMDK akan mengalami proses penguraian material di botol dan itu tidak aman bagi kesehatan. Sama prinsipnya dengan memasukkan air panas ke dalam botol plastik. Meski botol plastik tidak mengkerut, namun air panas bisa menguraikan material dalam botol AMDK dan material tersebut akan tercampur di air.

Baca juga: Minum Air dari Botol Bikin Wajah jadi Cepat Keriput

"Kecuali kalau kita menggunakan tumbler anti panas yang memang khusus, itu memang sudah didesain sendiri," ujar Firdaus.

Untuk itu, amat disarankan jika menggunakan botol yang memang ditujukan untuk tempat air minum. Terkait pemilihan botol air minum, Michael Moore, profesor bidang toksikologi dari University of Queensland menyarankan hindari botol minum dengan kode daur ulang 3 atau 7.

Sedangkan botol minum yang aman untuk digunakan, baik sekali pakai maupun berulang kali adalah yang memiliki kode daur ulang bernomor 2, 4, dan 5. 2 dan 4 terbuat dari polyethylene, sedangkan 5 terbuat dari polypropylene. Bila ingin terjangkau dan aman, pilih saja botol plastik yang terbuat dari PET (polyethylene terephthalate) dengan kode daur ulang 1.

"Lalu cari botol plastik yang mencantumkan label 'BPA-free'. Kemudian, pilih botol minum yang transparan, bukan berwarna atau buram dan tidak tembus cahaya untuk mengurangi risiko kecil dari zat pewarna yang ditambahkan pada plastik," terang Moore.

Baca juga: Awas, Bahan Kimia di Botol Plastik Tingkatkan Risiko Obesitas Remaja Putri


(rdn/vit)
News Feed