Senin (24/8) lalu, otoritas kesehatan setempat melaporkan bahwa mereka telah memulangkan pasien Ebola terakhir yang dirawat di rumah sakit.
Pasien bernama Adama Sankoh itu bahkan menerima sertifikat sebagai bukti ia telah pulih dari serangan virus Ebola, yang diberikan langsung oleh Presiden Ernest Bai Koroma. Adama sendiri terserang Ebola setelah tertular putranya (23). Sayang putra Adama meninggal dunia terlebih dahulu pada bulan Juli lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perjuangan melawan Ebola ini belum selesai, katakan kepada warga di lingkungan Anda," katanya saat menyerahkan sertifikat kepada Adama.
Ia juga berpesan kepada wanita berumur 40 tahun itu agar kembali ke desanya dan melanjutkan hidup seperti sedia kala. Adama lantas mengucapkan banyak terima kasih kepada segenap tenaga medis yang telah merawatnya. Ia juga berjanji akan menjadi orang terakhir di Sierra Leone yang pernah hidup dengan virus Ebola.
"Meskipun anak saya meninggal karena virus ini, tapi saya sangat bahagia karena bisa bertahan hingga hari ini," tegas Adama seperti dikutip dari Huffington Post, Kamis (27/8/2015).
Selama terserang Ebola, Adama dirawat di pusat pengobatan Ebola di desa Mateneh, di pinggiran kota Makeni, kampung halaman sang presiden.
Baca juga: Sierra Leone Tak Ada Kasus Baru, Pertanda Wabah Ebola Berakhir?
Menurut ketentuan WHO, sebuah negara baru bisa dinyatakan terbebas dari wabah Ebola bila mereka tidak menemukan kasus baru lagi dalam kurun 42 hari. Pencapaian ini pernah dirasakan salah satu negara tetangga Sierra Leone, yakni Liberia, tepatnya pada bulan Mei lalu.
Kendati demikian, setelah itu Liberia justru 'kecolongan' dengan munculnya 2-3 kasus baru di bulan Juli. Sedangkan di Guinea masih ditemukan tiga kasus baru minggu lalu.
Seperti kita tahu, Sierra Leone merupakan negara dengan korban virus Ebola terbesar di Afrika Barat. Selama terjadinya wabah, ditemukan lebih dari 13.000 kasus Ebola di Sierra Leone, dengan jumlah korban meninggal mencapai 3.900 kasus.
Baca juga: Ditemukan Vaksin Efektif 100 Persen, Wabah Ebola Diharap Lenyap (lll/vit)











































