Naegleria fowleri merupakan organisme bersel tunggal yang hidup bebas. Amoeba ini biasanya menginfeksi seseorang ketika air yang terkontaminasi masuk ke dalam tubuh melalui hidung. Makhluk ini juga bergerak ke otak sehingga menyebabkan primary amoebic meningoencephalitis (PAM), salah satu bentuk meningitis (radang selaput pelindung sistem saraf pusat) langka.
![]() ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT |
Naegleria fowleri merupakan satu-satunya spesies Naegleria yang diketahui bisa menginfeksi manusia. Naegleria fowleri memiliki tiga fase dalam siklus hidupnya. Pertama, trofozoit ameboid. Kedua, flagelata dan fase ketiga adalah kista. Nah, satu-satunya tahap infektif dari amoeba adalah ketika dalam fase trofozoit ameboid.
Baca juga: Berenang di Sungai, Atlet Remaja Terserang Amoeba Pemakan Otak
Naegleria fowleri bisa menyesuaikan dirinya sehingga bisa hidup di berbagai habitat, terutama di lingkungan dengan air yang hangat. Amoeba ini bisa hidup di sumber air panas dan di dalam tubuh manusia, bahkan ketika manusia tersebut sedang demam.
Naegleria fowleri tumbuh dengan baik di lingkungan dengan suhu sampai dengan 46 derajat Celcius. Di suhu lebih dari itu, amoeba ini masih bisa bertahan dalam waktu singkat. Pada fase trofozoit, Naegleria fowleri cepat mati karena pendinginan. Namun jika sudah dalam fase kista, Naegleria fowleri bisa bertahan berminggu-minggu hingga berbulan-bulan saat berada di atas titik beku.
![]() Naegleria fowleri dalam fase flagelata (Foto: CDC) |
Naegleria fowleri sensitif terhadap disinfektan seperti klorin dan monokloramin. Klorin merupakan disinfektan yang paling umum digunakan di kolam renang dan air minum. Menurut penelitian di laboratorium, 1 ppm klorin yang ditambahkan ke dalam air jernih bertemperatur 38 derajat Celcius dan ber-pH 8,01 akan mengurangi jumlah Naegleria fowleri sampai dengan 99,9 persen dalam waktu 56 menit. Sementara untuk menangani Naegleria fowleri di air yang keruh, membutuhkan waktu lebih lama atau konsentrasi desinfektan yang lebih tinggi.
Baca juga: Kisah Koral, Meninggal karena Amoeba Pemakan Otak Tak Lama Setelah Menikah
Infeksi PAM pertama dilaporkan tahun 1965 di Australia. Namun amoeba telah diindentifikasi sebagai penyebab infeksi fatal di tahun 1961. Nama Naegleria fowleri sendiri diberikan dengan merujuk pada penulis asli laporan tentang keberadaan amoeba itu, M Fowler.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat di situsnya dan dikutip detikHealth pada Jumat (28/8/2015) menuturkan dalam kasus yang jarang, Naegleria bisa menginfeksi ketika seseorang berenang di kolam renang yang tidak cukup diklorinasi ataupun dari air keran.
![]() Naegleria fowleri dalam fase kista. (Foto: CDC) |
Menurut CDC, infeksi bisa terjadi ketika seseorang menggunakan air yang terkontaminasi untuk membersihkan hidung. Atau mereka yang menggunakan neti pot untuk mengeluarkan lendir di hidung, di mana air yang digunakan merupakan air yang sudah terkontaminasi.
"Anda tidak akan terinfeksi Naegleria fowleri meskipun minum air yang terkontaminasi. Infeksi juga tidak akan menyebar dari satu orang ke orang lainnya," demikian jelas CDC.
CDC mencatat hanya tiga dari 133 orang terinfeksi Naegleria di Amerika Serikat yang terjadi sejak 1962-2012 berhasil bertahan hidup hingga kini. Dari tahun 2005 sampai 2014, 35 kasus infeksi amoeba pemakan otak dilaporkan terjadi di AS.
Baca juga: Wanita Ini Meninggal Akibat Terinfeksi Amoeba Pemakan Otak Saat Berenang
(vit/up)














































