Lee, Pasien Pertama di Inggris yang Hidup Lagi Berkat Jantung 'Mati'

Lee, Pasien Pertama di Inggris yang Hidup Lagi Berkat Jantung 'Mati'

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Selasa, 01 Sep 2015 09:30 WIB
Lee, Pasien Pertama di Inggris yang Hidup Lagi Berkat Jantung Mati
Foto: Barry Gomer/Mirror
London - Lee telah mengalami gagal jantung di usia 14 tahun akibat kemoterapi yang dijalaninya sejak kecil. Awalnya obat-obatan bisa membantu memperbaiki fungsi jantungnya, namun ini tak berlangsung lama. Di usia 20 tahun, Lee mulai sering kelelahan saat bekerja.

Pria ini kemudian dirujuk ke Harefield Hospital, London dan dipasangi sebuah alat bernama 'left ventricular assist device' (LVAD), semacam pompa jantung mekanik yang biasa dipakai pasien sembari menunggu antrian untuk mendapatkan cangkok jantung.

Alat ini terbukti mampu membuat Lee bertahan hidup hingga lima tahun lamanya. Akan tetapi tahun ini kondisi kesehatannya memburuk. Sayangnya ia juga tak kunjung mendapat organ donor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dokter lantas menawarinya dengan terobosan baru, yaitu menggunakan 'jantung mati'. "Saya pernah membacanya lewat sebuah artikel online, dan saya langsung sepakat. Dua hari kemudian, organ yang dibutuhkan tersedia dan saya menjalani transplantasi," ungkap Lee.

Baca juga: Dokter: Transplantasi Jantung Mati, Jantungnya Tidak Benar-benar Mati

Dr Chris Bowles dari Harefield menjelaskan ketika Lee membutuhkan jantung baru, yang bisa dokter temukan hanyalah jantung dari seorang pendonor yang telah mengalami mati otak. Jantung dari pasien seperti ini seharusnya ditransplantasikan dalam kurun empat jam saja.

Untungnya tim dokter yang menangani Lee memutuskan memakai terobosan baru dari Australia yang diberi nama 'Heart in A Box'. Dengan menggunakan alat yang disebut sebagai TransMedics Ogan Care System itu, jantung yang akan 'ditanam' di tubuh Lee bisa terjaga kehangatan dan tetap berdetak hingga 8 jam lamanya.

"Jantung Lee sudah mengalami komplikasi serius, mungkin ia takkan bertahan bila kami tidak menggunakan cara ini," katanya.

Transplantasi digelar pada bulan Juni lalu dan Lee berhasil diselamatkan berkat terobosan tersebut. Pria berusia 26 tahun itu bahkan menjadi orang pertama di Inggris yang merasakan manfaat dari prosedur ini.

"Saya sangat beruntung karena bisa dirawat di Harefield dan dokter di sana mampu menghidupkan jantung saya kembali," tuturnya seperti dikutip dari Mirror, Selasa (1/9/2015).

Bahkan hanya dalam kurun kurang dari empat bulan, pria asal Illogan, Cornwall itu sudah bisa kembali ke rumah dan berkumpul dengan keluarganya setelah berbulan-bulan dirawat di rumah sakit.

Dengan adanya terobosan ini, diyakini akan ada lebih dari 100 operasi transplantasi jantung di penjuru Inggris tiap tahunnya. Prosedur ini juga diprediksi dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa mengingat kurangnya stok organ ideal yang didonorkan.

'Heart in A Box' dikembangkan seorang ahli jantung dari St Vincents Hospital di Sydney. Sebelum Lee, sudah ada tiga pasien dari Australia yang berhasil diselamatkan dengan prosedur ini.

Baca juga: Tampak Canggih, Transplantasi Jantung di Australia Juga Berpeluang Gagal

(lll/up)

Berita Terkait