dr Tri Juli Edi Tarigan, SpPD, dari Divisi Metabolik Endokrin, Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia - RS Cipto Mangunkusumo, mengatakan monitoring gula darah dapat dilakukan sendiri. Jika dilakukan dengan teratur, risiko komplikasi serta kematian akibat diabetes bisa dikurangi.
Baca juga: Menjaga Gula Darah Tidak Rendah atau Tinggi
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Monitoring gula darah secara teratur menurut dr Tri dapat dilakukan oleh siapa. Prinsip utamanya adalah konsisten dilakukan 2 kali dalam satu hari, yakni sebelum makan dan dua jam setelah makan.
"Baiknya harinya berpasangan. Misalnya hari Senin dan Selasa itu sebelum makan pagi dan 2 jam sesudahnya. Lalu Rabu dan Kamisnya itu sebelum makan siang dan 2 jam setelahnya, begitu aja seterusnya," lanjutnya lagi.
Selain sebelum makan dan 2 jam sesudahnya, dr Tri juga mengingatkan soal monitoring gua darah sebelum tidur. Dijelaskannya bahwa bisa jadi gula darah dinyatakan aman saat pagi hingga sore, namun ternyata tinggi di malam hari.
Ia juga mengatakan bahwa mengukur atau memonitor gula darah secara teratur memang terkesan merepotkan. Namun hal ini harus dilakukan untuk menghindari komplikasi diabetes yang malah bisa membahayakan nyawa seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal.
"Repot-repot sedikit dulu ngontrol gula darah nggak apa-apa lah. Yang penting nggak kena komplikasi, gula darahnya terjaga, aktivitas tetap normal," pungkasnya.
Baca juga: Berkeringat Adalah Kunci Menurunkan Gula Darah Tinggi (mrs/up)











































