dr Tri Juli Edi Tarigan, SpPD-KEMD, dari Divisi Metabolik Endokrin, Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia - RS Cipto Mangunkusumo, mengatakan ada tiga elemen penting dalam pengontrolan gula darah, yakni edukasi, nutrisi dan jasmani.
"Kalau tiga-tiganya dilakukan dengan benar, pemahaman soal penyakit bagus, kalori makanan terjaga dan olahraga minimal 30 menit sehari maka bisa nggak minum obat. Masalahnya kan sulit sekali memenuhi ketiga aspek ini, makanya dokter memberikan obat untuk membantu produksi insulin atau membuat gula darah lebih mudah terserap oleh sel," tutur dr Tri, dalam temu media 'Cegah Bahaya Komplikasi Diabetes' oleh Roche di Hotel Akmani, Jl Wahid Hasyim, Gondangdia, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dr Tri, hanya kurang dari 5 persen pasien diabetes yang bisa tak perlu minum obat. Hal ini dikarenakan banyak faktor mulai dari waktu untuk melakukan olahraga yang kurang serta pola makan yang sulit terjaga.
Olahraga bagi pasien diabetes memang sangat krusial. Dijelaskan dr Tri bahwa pasien dianjurkan untuk berolahraga minimal 150 menit per minggu, atau 30 menit selama 5 hari.
Dengan olahraga, sel-sel tubuh menjadi lebih sensitif terhadap insulin. dr Tri mengatakan insulin ibarat kunci masuknya gula darah ke dalam untuk diolah menjadi kalori. Ketika sel-sel lebih sensitif terhadap insulin, maka gula darah akan lebih mudah masuk sehingga tidak berkeliaran bebas di dalam darah.
Baca juga: Dokter: Penyandang Diabetes Wajib Cek Kadar Gula Darah Selama Berpuasa
Soal jenis olahraganya, dr Tri mengatakan apa saja boleh dilakukan. Jogging, bersepeda hingga berenang menjadi alternatif yang paling mudah dilakukan.
"Yang penting gerak aja. Kuncinya itu gerak, dan olahraganya yang menggerakkan seluruh tubuh. Jogging, bersepeda atau berenang itu bagus. Kalau angkat beban kan hanya otot tangan saja ya," pungkasnya.
(mrs/up)











































