Ada Kasus MERS di Riyadh, Jemaah Haji Indonesia Diimbau Waspada

Ada Kasus MERS di Riyadh, Jemaah Haji Indonesia Diimbau Waspada

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Jumat, 04 Sep 2015 15:05 WIB
Ada Kasus MERS di Riyadh, Jemaah Haji Indonesia Diimbau Waspada
Foto: Gagah Wijoseno
Jakarta - Adanya peningkatan kasus Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV) di Riyadh, Arab Saudi menjadi alarm bagi jemaah haji asal Indonesia. Meski jauh dari Madinah dan Makkah, jemaah diminta tetap waspada.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan, Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan ada peningkatan kasus MERS di Riyadh selama bulan Agustus 2015. Data per 23 Agustus menyebut ada 53 kasus dengan 17 meninggal dunia.

"Sejauh ini outbreak Agustus 2015 ini hanya terjadi di Riyadh, dan belum ada laporan kasus dari daerah per Haji an (Makkah, Medinah dan Jeddah). Yang masih dirawat 32 orang, 1 dipulangkan," ungkap Prof Tjandra kepada detikHealth, Jumat (4/9/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Walaupun kasus di Agustus 2015 ini terjadi di RS di Riyadh tapi tidak ada salahnya kita semua untuk waspada. Tentu juga tidak perlu panik, pemerintah setempat tentu sedang bekerja keras menangani letusan MERS CoV yang terjadi di Riyadh ini," lanjut pria yang juga merupakan anggota WHO Emergency Committee on MERS CoV ini.

Baca juga: 61 Jemaah Haji Indonesia Dirawat di Madinah, 6 Orang Alami Masalah Kejiwaan

Kasus MERS di Riyadh terjadi di salah satu rumah sakit. Untuk menghindari risiko infeksi, ada lima hal yang harus menjadi perhatian jemaah haji:

1. Selalu dan sering-sering Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) yang secara ilmiah terbukti menurunkan kemungkinan infeksi. Selain itu, hindari terlalu sering memegang hidung dan mulut dengan tangan kotor kita.

2. Jika terpaksa dilarikan ke rumah sakit, sedapat mungkin hindari kerumunan orang, terutama di Poliklinik dan Emergency Room. Pengalaman di Korea menunjukkan penularan MERS terjadi karena seorang pasien di Emergency Room yang positif batuk-batuk dan menulari pasien lainnya. Kejadian di RS King Abdul Azis Riyadh juga bermula dari Emergency Room, hanya belum jelas pola penularannya .

3. Upayakan seminimal menyentuh benda yang banyak dipegang pengunjung di rumah sakit seperti gagang pintu, sandaran kursi, atau meja pendaftaran. Selalu ekstra waspada pada kebersihan.

4. GunakanĀ  masker di tempat kerumunan orang. MERS ditularkan melalui percikan dahak yang dibatukkan maka jagalah kebersihan saluran napas, antara lain dengan etika batuk dan penggunaan masker. Etika batuk dilakukan dengan selalu menutup mulut dan hidung ketika batuk dengan bagian atas lengan baju, atau dengan tangan tetapi segera cuci tangan setelah itu. Juga perlu diingat agar jangan kunjungi peternakan unta dan jangan konsumsi susu unta mentah.

5. Data juga menunjukkan sekitar 60-70 persen pasien MERS CoV adalah mereka yang sudah punya penyakit penyerta sebelumnya. Penyakit penyerta ini bisa gangguan paru kronik, jantung kronik, ginjal kronik, diabetes mellitus, hipertensi , dan lain-lain. Artinya, mereka yang sejak dari tanah air sudah ada penyakit-penyakit kronik perlu ekstra hati-hati dan dengan lebih seksama mempersiapkan pencegahan dan penanganan penyakitnya itu, termasuk secara rutin mengkonsumsi obat yang dibutuhkan selama di Tanah Suci.

Baca juga: Dokter dan Perawat Siap Layani Jemaah Indonesia di Setiap Sektor Makkah (mrs/up)

Berita Terkait