Minggu, 06 Sep 2015 13:03 WIB

Imunoterapi Vs Kemoterapi, Lebih Baik Mana?

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Imunoterapi merupakan metode baru penanganan kanker yang sedang dikembangkan. Jika dibandingkan dengan metode konvensional seperti kemoterapi atau radioterapi, lebih baik mana?

Dari segi biaya, kemoterapi dan terapi konvensional lainnya memang lebih unggul. Pakar mengatakan bahwa imunoterapi memang sedikit lebih mahal daripada terapi konvensional.

"Memang imunoterapi akan agak sedikit mahal di depan jika dibandingkan dengan kemoterapi. Tapi ada manfaat lain yang bisa didapat, seperti jumlah kunjungan rumah sakit yang berkurang dan kualitas hidup yang lebih baik," tutur Prof Stephen Gottschalk, MD, salah satu peneliti imunoterapi ternama dari Baylor College of Medicine, Houston, Amerika Serikat.

Hal tersebut dijelaskannya usai acara seminar ilmiah dr Boenjamin Setiawan Distinguished Lecture Series: Cancer Imunologi and Immunotherapy di Hotel Grand Hyatt, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (6/9/2015).

Baca juga: Obati Kanker dengan Perkuat Sel Imun, Bisakah?

Tak seperti kemoterapi dan radioterapi yang mengharuskan pengobatan berulang-ulang, Prof Gottschalk mengatakan imunoterapi hanya perlu diberikan beberapa kali. Dengan begitu, jumlah kunjungan pasien ke rumah sakit akan berkurang. Pasien juga mengalami efek samping yang lebih sedikit daripada kemoterapi.

Dengan jumlah kunjungan ke rumah sakit yang berkurang, maka kualitas hidup pasien dipastikan akan meningkat. Pasien akan lebih menikmati hidup dan juga angka harapan hidupnya akan meningkat.

Jadi, benarkah imunoterapi lebih baik? dr Chairul Radjab Nasution, SpPD-KGEH, FINASIM, MKes, Plt Dirjen Bina Upaya Kesehatan Kemenkes menjelaskan bahwa tidak bisa ditarik kesimpulan seperti itu. Beberapa literatur soal imunoterapi mengatakan bahwa metode ini akan bekerja maksimal jika digabungkan dengan kemoterapi.

"Saat ini masih digabungkan. Jadi kita basmi dulu sel-sel kankernya dengan kemoterapi, setelah itu baru kita masukkan imunoterapi untuk memakan sel-sel yang ngumpet dan tersisa. Tapi nanti kalau di masa depan ternyata hanya dengan meningkatkan imun kita bisa melawan kanker, itu tentunya akan lebih baik," pungkasnya.

Baca juga: Sedang Dikembangkan, Riset Soal Imunoterapi di Indonesia (mrs/up)
News Feed
CNN ID
×
Layar Demokrasi
Layar Demokrasi Selengkapnya