Hati-hati, Kerokan Juga Bisa Bikin Kecanduan

Serba-serbi Kerokan

Hati-hati, Kerokan Juga Bisa Bikin Kecanduan

Sapta Agung - detikHealth
Senin, 07 Sep 2015 14:27 WIB
Hati-hati, Kerokan Juga Bisa Bikin Kecanduan
Foto: ehow
Jakarta - Penelitian tentang kerokan telah digelar Prof Dr dr Didik Gunawan Tamtomo, PAK, MM, MKes, uru besar Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Sebelas Maret, Surakarta. Hasilnya menyebut rasa tenang dan nyaman usai kerokan dikarenakan peningkatan kadar endorfin secara drastis.

Endorfin adalah morfin alami yang dihasilkan oleh tubuh. Bahkan kekuatannya jauh lebih besar dibandingkan morfin yang dibuat dalam bentuk obat. Karena itu, banyak orang yang ketagihan kerokan.

Dalam seminar ilmiah 'Sehat dengan Tahajud dan Kerokan', di auditorium Masjid Raya Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada Sabtu (5/9) lalu ada peserta yang mengakui bahwa salah satu anggota keluarganya selalu minta dikerok tiga kali dalam sehari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menanggapi hal ini, Prof Didik menyarankan agar secara bertahap kebiasaan kerokan ini dikurangi. Memang belum ada penelitian yang membuktikan efek samping terlalu banyak kerokan. Namun ia mengatakan bahwa segala hal yang berlebihan itu pasti ada efek negatifnya.

Baca juga: Perhatikan, Jangan Lakukan Hal Ini Saat Kerokan

"Banyak orang tua yang minta dikerok tiap hari. Saya sarankan jangan. Kalau bisa mulai kurangi soalnya kita belum tahu jika endorfin yang terus menerus diproduksi itu bisa berbahaya bagi tubuh atau apakah bisa habis," ujar Prof Didik dan ditulis pada Senin (7/9/2015).

Nah, endorfin tidak hanya dihasilkan jika kerokan dilakukan pada saat tubuh sakit. Saat tidak sakit pun, jika tubuh dikerok juga mampu menghasilkan endorfin dengan kadar yang setara.

Bahkan, karena kadar endorfin yang sangat tinggi, Prof Didik menyarankan agar pola kerokan bisa digunakan dalam proses rehabilitasi pecandu narkoba. Sebab endorfin merupakan morfin alami yang dihasilkan tubuh dengan efek yang jauh lebih tinggi daripada efek endorfin buatan yang diproduksi pabrik.

"Orang yang kecanduan narkoba itu coba dikerok. Karena kerokan itu menghasilkan endorfin yang sangat tinggi," sarannya.

Prof Didik juga menyarankan agar jeda antara satu kerokan dengan kerokan selanjutnya adalah ketika bekas merah sehabis kerokan pertama sudah hilang. Dengan demikian tidak disarankan kerokan di satu tempat dilakukan setiap hari.

Baca juga: Badan Terasa Nyaman Usai Kerokan? Ini Sebabnya



(vit/vit)

Berita Terkait