dr Achmad Yurianto, Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan, Kementerian Kesehatan, mengatakan memang ada peningkatakan pada beberapa penyakit yang berkaitan dengan asap seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), pneumonia, dan kekambuhan asma. Namun ia mengatakan peningkatan ini belum bermakna.
"Sejauh ini belum ada kasus yang terlalu serius, yang severe, yang kita harus melakukan treatment khusus yang terkait dengan secara tersendiri. Memang naik tapi cuma 2-3 persen, kenaikannya belum bermakna," tutur dr Achmad, dalam jumpa pers di Kementerian Kesehatan, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (8/9/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data yang dimiliki Kementerian Kesehatan hingga 4 September 2015 menyebut ada 12.633 kasus penyakit yang berhubungan dengan asap di Provinsi Riau. ISPA menjadi kasus paling banyak dengan 10.133 kasus, diikuti iritasi kulit 1.085, iritasi mata 689 kasus, asma 415 kasus, dan 311 kasus.
Di Provinsi Kalimantan Tengah, jumlah kasus ISPA bulan Agustus 2015 sebanyak 9.634 kasus. Kasus ISPA tertinggi terjadi di Kota Palangkaraya dengan jumlah 2.409 kasus.
Di Sumatera Selatan, jumlas kasus ISPA sampai dengan Juli 2015 sebanyak 298.673 kasus, tertinggi dari seluruh wilayah terdampak. Sementara di Provinsi Jambi, ada 214.227 kasus ISPA yang dilaporkan.
Kenaikan paling signifikan terjadi di Provinsi Kalimantan Barat. Kasus ISPA sampai dengan Agustus 2015 diketahui sebanyak 1.219 kasus, meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan bulan Juli 2015.
Baca juga: Tanggulangi Bahaya Asap Kebakaran Lahan, Kemenkes Bagikan 65.000 Masker
(mrs/vit)











































