Dikatakan pendiri The drug's British, Profesor Laurence Patterson, dari Bradford University obat yang dibuat dari bunga crocus itu bisa mengobati hampir seluruh jenis kanker termasuk kanker payudara, kanker usus, kanker tenggorokan, dan kanker prostat. Pada obat ini, bahan dasar yang digunakan yakni colchicine yaitu ekstrak dari crocus musim semi.
Sebelumnya, bunga crocus mesim semi diketahui memiliki bahan anti-kanker namun ternyata terlalu beracun untuk tubuh manusia. Untuk itu, para peneliti menautkan 'umpan' kimia pada colchicine yang tidak teraktivasi sampai colchicine mencapai daerah yang terkena kanker. Setelah sampai, 'umpan' kimia ini dihilangkan oleh enzim yang berada di tumor tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Imunoterapi vs Kemoterapi, Lebih Baik Mana?
"Timor pada beberapa mulai hilang sedikit demi sedikit dan tidak muncul kembali gejalanya. Tidak semua namun beberapa tikus. Dan itu hanya 1 dosis di mana hal ini amat tidak biasa," ujar Prof Patterson, demikian dikutip dari Daily Mail pada Jumat (11/9/2015).
Ke depannya, obat ini diharapkan dapat menyembuhkan kanker yang prevalensinya cukup tinggi seperti kanker payudara, kanker serviks dan kanker paru-paru. Di Indonesia, menurut dr Sonar Soni Panigoro, SpB(K)Onk kanker payudara, kanker serviks, kanker paru, kanker usus, kanker hati dan kanker nasofaring menjadi beberapa jenis kanker yang prevalensinya cukup tinggi di Indonesia.
"Faktor-faktor risiko kanker tidak serta merta langsung membuat orang jadi kena kanker, karena ada faktor internal seperti genetik dan juga eksternal misalnya infeksi lain yang bisa memicu sel kanker," tutur dr Sonar.
Penanganan kanker di Indonesia pun dilakukan antara lain dengan menggunakan kemoterapi, radioterapi, dan ada juga yang kini tengah dikembangkan yaitu imunoterapi. Imunoterapi merupakan terapi kanker dengan cara memperkuat sel imun dalam melawan sel kanker.
Baca juga: Tanaman Asal Tiongkok Ini Disebut-sebut Bisa Menangani Obesitas (rdn/up)











































