Jumat, 11 Sep 2015 12:01 WIB

Amnesia Langka, Tiap Bangun Tidur Nikki Hanya Ingat Satu Hari

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: Newsteam
Northamptonshire, Inggris - Hari itu, Nikki Pegram baru saja menjalani operasi lutut di Kettering General Hospital. Saat menunggu jemputan di depan rumah sakit, ia malah terpeleset dan kepalanya terbentur tiang besi.

Benturan di kepala itu mengakibatkan Nikki mengalami kejang selama dua jam. Anehnya, sejak saat itu Nikki selalu terbangun dengan satu ingatan yang sama yaitu tanggal 15 Oktober 2014, atau hari di mana ia terjatuh.

Menurut keterangan dokter, ibu satu anak ini mengidap anterograde amnesia, di mana otaknya tak dapat menciptakan memori atau ingatan baru.

"Tiap hari saya tak menyadari ini sudah 2015. Saya seperti karakter Drew Barrymore di 50 First Dates di dunia nyata," tutur Nikki seperti dikutip dari Daily Mail, Jumat (11/9/2015).

Wanita yang tinggal di Wellingborough, Northamptonshire itu baru menyadari bahwa amnesia nyatanya tidaklah sekonyol yang digambarkan dalam film itu. "Karena saya melewatkan hari-hari penting seperti Natal, liburan keluarga, bahkan ulang tahun saya sendiri, saya bahkan tak ingat apapun," keluhnya.

Nikki lantas menyiasati kondisinya dengan menyimpan notebook di tempat tidurnya. Baginya, notebook ini tak hanya mengingatkan tanggal, hari dan tahun namun juga berbagai hal yang telah terjadi dengannya selama ini.
 
Baca juga: 2 Tahun Amnesia, Ingatan Remaja Ini Muncul Lagi Setelah Dipeluk Adiknya

Karena tak memiliki kompetensi untuk bekerja, Nikki hanya menghidupi keluarganya dengan tunjangan difabilitas. Tiap dua minggu ia akan mendapatkan kiriman biaya hidup sebanyak 270 poundsterling (Rp 5.9 juta).

"Meski memiliki pekerjaan baru, saya tak ingat apapun tentang pekerjaan itu, dan mereka harus melatih saya setiap hari. Ini tentu menyusahkan," katanya.

Sayangnya setelah pihak Department for Work and Pensions (DWP) Inggris melakukan pengkajian ulang, Nikki dianggap tak berhak mendapat tunjangan tersebut. Pasalnya Nikki dapat berjalan sejauh 200 meter atau tidak mengalami kecacatan fisik sama sekali.

"Tunjangan ini diberikan berdasarkan kondisi fisik seseorang, bukan semata tergantung pada kondisi itu sendiri. Keputusan telah dibuat setelah kami mempertimbangkan seluruh bukti yang ada, termasuk keterangan dari dokter yang merawatnya," terang juru bicara DWP.

Baca juga: Pilih Mana, Sesaat Hilang Ingatan atau Susah Orgasme?
 
Kini Nikki hanya menerima semacam tunjangan kerja sebesar 70 poundsterling per minggu. Suami Nikki, Chris Johnston merasa besaran tunjangan ini sama sekali tidak sesuai dengan kebutuhan hidup mereka.

"Kami sangat dirugikan dengan keputusan ini, tapi kalau tak ada dukungan dari keluarga dan teman-teman, kami mungkin takkan bisa bertahan hidup," timpal Chris. (lll/vit)