Disampaikan oleh dokter spesialis kulit dan kelamin dari Edmo Clinic, Jakarta Selatan, dr Eddy Karta, SpKK, bahwa stretch mark adalah regangan kulit yang terjadi dengan cepat melebihi kemampuan elastisitas kulit untuk meregang.
"Akibatnya kulit menjadi seolah terobek. Proses peregangan ini tak hanya terjadi pada proses kehamilan saja tapi pada semua proses 'tarikan' tiba-tiba lainnya. Misalnya pada saat seseorang menjadi tinggi saat dewasa atau bertambah berat badan dalam waktu singkat," imbuh dr Eddy kepada detikHealth beberapa waktu lalu dan ditulis pada Jumat (18/9/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan tak cuma pada wanita, pria juga bisa memiliki stretch mark lho. Menurut Dr Jerry Kennard dari York St. John University, pada pria stretch mark kemungkinan muncul akibat penyakit yang menyebabkan tubuh mereka kelebihan hormon kortikosteroid. Selain menyebabkan kenaikan berat badan yang cepat, kortikosteroid juga dapat mengurangi jumlah kolagen.
Stretch mark juga kerap muncul pada atlet angkat besi. Seperti dikutip dari Livestrong, pada pria memang sering terjadi pada mereka yang rutin melakukan angkat besi, tepatnya ketika otot-otot bertumbuh terlalu cepat.
"Solusinya, ubah rutinitas latihan Anda. Angkatlah beban yang lebih ringan dan lakukan lebih banyak repetisi dalam latihan Anda untuk meningkatkan massa otot, bukan ukurannya. Selain itu, jaga pola makan tetap terkontrol," ungkap pakar fitness Kevin Rail.
Baca juga: 4 Bahan Alami untuk Hilangkan Stretch Mark di Kulit (ajg/vit)











































