"Saya masih mendengar ada ayang buang air besar di plastik, diayun-ayun lalu dilempar ke pohon. Sanitasi memang persoalan kecil, namun dengan sanitasi yang baik bisa menjaga masyarakat sehat," kata Nila disambut tawa hadirin.
Hal itu disampaikan Nila saat meresmikan pabrik benang bedah nasional PT Triton Manufactures di kawasan industri Sentul, Jl Cahaya Raya Kav H4A, Leuwinutug, Citeureup, Bogor, Sabtu (19/9/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Biasakan BAB Sehat, India Tawarkan Uang untuk Pengguna Toilet Umum
Selain itu, pemenuhan nutrisi yang baik juga penting, khususnya bagi anak-anak. Dengan demikian anak bisa tumbuh optimal dengan sehat, terhindar dari masalah stunting maupun kecerdasan yang kurang.
Menurut Nila, saat ini pelayanan kesehatan di Indonesia masih bersifat kuratif. Tak heran 73 persen uang BPJS diserap untuk perawatan. Untuk hemodialisa enam bulan pertama untuk 900 pasien telah menyerap dana sekitar Rp 1 triliun. Sedangkan untuk keperluan bedah, menyerap 30 persen BPJS. Ke depannya, pelayanan kesehatan diharapkan bisa lebih preventif dan promotif.
"Masih banyak dipakai di hilir, bukan di hulu," kata Menkes.
Baca juga: Musim Kemarau Juga Berpengaruh pada Kualitas Air Tanah
Nah, upaya preventif ini bisa dilakukan di tingkat puskesmas. Untuk penyakit yang tidak complicated, bisa dilayani di pelayanan sekunder. Baru jika seseorang mengalami sakit yang complicated, mendapat pelayanan di rumah sakit nasional. Dengan demikian tidak semua orang sakit langsung datang ke rumah sakit nasional.
"Jadi rumah sakit nasional bukan puskesmas raksasa," imbuh Menkes.
(vit/vit)











































