Banyak Makan Daging, Dokter Ingatkan Perbanyak Juga Minum Air Putih

Daging Kambing dan Kesehatan

Banyak Makan Daging, Dokter Ingatkan Perbanyak Juga Minum Air Putih

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Kamis, 24 Sep 2015 14:02 WIB
Banyak Makan Daging, Dokter Ingatkan Perbanyak Juga Minum Air Putih
Foto: Thinkstock
Jakarta - Banyak makan daging dalam waktu singkat dikatakan dokter dapat membuat sembelit. Untuk itu jangan lupa perbanyak pula asupan air putih.

dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH dari RS Cipto Mangunkusumo menyebut bahwa sembelit menghantui orang-orang yang makan daging kambing terlalu banyak saat hari raya. Untuk itu sangat penting bagi mereka untuk menjaga asupan air putih sehingga terhindar dari sembelit.

"Dampak langsung bisa saja terjadi sembelit setelah makan daging yang berlebihan, karena itu minum yang cukup 8-10 gelas sehari untuk mencegah sembelit," tutur dr Ari dalam emailnya kepada wartawan dan ditulis pada Kamis (24/9/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Supaya Aman, Berapa Sih Batasan Makan Daging Kambing dalam Sehari?

Senada dengan dr Ari, dr Ahmad Fuady, MSc-HEPL, Kepala Klinik Dokter Keluarga (KDK) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Kayu Putih mengatakan minum air putih diperlukan agar pencernaan tidak terganggu dan feses tidak keras sehingga sulit dikeluarkan.

Selain minum air putih, hindari juga meminum minuman tinggi kalori setelah makan daging kambing. Minuman seperti soda, soft drink, sirup hingga teh manis dapat meningkatkan risiko obesitas dan penyakit jantung koroner.

Sebabnya, daging kambing maupun sapi memiliki kandungan lemak yang tinggi. Lemak yang tinggi akan menumpuk jika tubuh tetap diasup dengan kalori yang berasal dari minuman ringan dan manis yang terlalu banyak.

"Meskipun efek langsungnya tidak signifikan, risiko jangka panjangnya terhadap obesitas, penyakit jantung koroner, dan diabetes meningkat karena kalorinya tinggi. Jadi batasi minum soft drink, baik dengan atau tanpa daging kambing," ungkapnya.

Oleh karena itu dr Ahmad mengatakan masyarakat harus mampu memberi penilaian bagi dirinya sendiri. Jika tubuh memang dalam kondisi sehat dan tak memiliki kolesterol atau asam urat, silahkan saja makan daging kambing.

"Memang, daging kambing relatif lebih gurih sehingga orang cenderung susah berhenti. Ini yang dikhawatirkan terjadi pada orang-orang dengan gangguan, seperti hipertensi. Jadi sebaiknya, jika tidak mampu membatasi diri, tidak usah dikonsumsi sama sekali," tutupnya.

Baca juga: Hindari Risiko Penyakit Jantung, Batasi Konsumsi Daging Merah Berlebihan


(mrs/up)

Berita Terkait