Jurnal Heart menerbitkan sebuah studi yang dilakukan pada 555 orang pasien kanker di Vienna General Hospital, Austria. Studi dilakukan untuk melihat kaitan antara penyakit kanker dengan risiko penyakit jantung dialami seseorang.
Para peneliti menemukan bahwa para pasien kanker memiliki kadar hormon dan bahan kimia tubuh yang normalnya ditemukan pada pasien penyakit jantung. Dari temuan tersebut, disimpulkan bahwa semakin parah kanker yang menyerang seseorang, semakin tinggi kadar indikator kimia yang ditemukan. Hal ini juga meningkatkan risiko kematian pasien akibat penyakit jantung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari Health.com, Rabu (30/9/2015), menurut Dr Ana Barac, Ketua the American College of Cardiology, Cardio-Oncology Section, menyatakan bahwa penelitian ini dapat mengubah paradigma dokter dalam penanganan penyakit kanker dan jantung. Ahli jantung dan dokter kanker biasanya hanya berfokus pada penyakit yang mereka pilih. Namun dengan adanya penelitian ini, dokter harus memerhatikan kondisi jantung pasien sebelum memberikan pengobatan kanker atau kemoterapi.
baca juga: Kanker Stadium Akhir, Tom Siapkan Rekaman Cerita untuk Putrinya
Sebelum pasien mendapat pengobatan kanker yang dapat merusak jantung, peneliti melakukan tes guna memerika tanda-tanda penyakit jantung di darah mereka. Tes dilakukan guna melihat berapa banyak kadar hormon yang berhubungan dengan jantung, berapa banyak protein yang berhubungan dengan peradangan, serta bahan kimia troponin yang mengatur kontraksi otot jantung.
Hasil penelitian menyebut bahwa indikator kimia pada penyakit jantung meningkat seiring bertambah parahnya kanker. Risiko kematian pun meningkat antara 21 hingga 54 persen, tergantung indikator kimianya.
Kanker juga bisa memengaruhi kesehatan jantung secara tidak langsung melalui dua hal. Pertama adalah meningkatanya peradangan. Peradangan akibat sel kanker akan membuat jaringan jantung menjadi rusak.
Kedua adalah melalui kimia beracun yang dapat merusak otot jantung. Karena otot jantung rusak, maka jantung akan bekerja lebih untuk memenuhi suplai darah ke seluruh anggota tubuh.
Karena itu pakar mengatakan sangat penting untuk melihat kondisi kesehatan jantung pasien kanker sebelum menentukan pengobatan. Pengobatan yang ramah jantung atau tidak akan menentukan risiko kematian pasien tersebut.
"Kami akan melakukan segala cara untuk menjauhkan pasien kanker dari kematian karena gagal jantung. Akan sangat hebat jika orang-orang bsia melakukannya," tutur Dr Ann Bolger, profesor sekaligus kardiologis dari the School of Medicine at the University of California, San Francisco.
(mrs/vit)











































