Jumat, 02 Okt 2015 11:26 WIB

Hari Batik Nasional

Wuih! Membatik Bisa Menurunkan Depresi

Nurvita Indarini - detikHealth
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Tingkat depresi narapidana terbukti bisa menurun setelah melakukan aktivitas membatik. Demikian penelitian yang dilakukan Akhmad Mukhlis, dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Kamal Sarang Rembang.

Dalam penelitiannya, Muhklis meneliti 30 narapidana dari Rumah Tahanan Kelas II B Rembang, Jawa Tengah yang memiliki skor depresi tinggi. Setelah menjalani terapi dengan membatik, diketahui terjadi penurunan depresi yang cukup signifikan pada narapidana.

Mengapa narapidana yang menjadi subjek penelitian? Karena menurut Mukhlis, menjadi narapidana adalah stresor kehidupan yang berat bagi pelakunya. Sedih, merasa bersalah, hilangnya kebebasan, rasa malu, adanya sanksi ekonomi dan sosial serta tekanan psikologis selama hidup di penjara menyumbang stresor bagi narapidana. Alhasil gangguan psikologis, seperti depresi, rentan terjadi pada narapidana.

Depresi terjadi manakala terjadi penurunan suasana hati, optimisme, konsentrasi dan motivasi serta kesedihan mendalam. Yang bersangkutan pun cenderung kerap menyalahkan diri sendiri lantaran berkembangnya pemikiran-pemikiran yang tidak logis.

Mukhlis mencoba menerapkan terapi membatik untuk mengurangi tingkat depresi karena menurutnya membatik bukan sekadar menggambar biasa. Membatik lebih kompleks lantaran membutuhkan lebih banyak sarana, karena harus menggunakan lilin cair, canting dan proses pewarnaan.

"Sebagai bagian dari terapi seni, secara garis besar terapi membatik memiliki fungsi sama dengan fungsi terapi seni, yaitu sarana untuk menyelesaikan konflik emosional, meningkatkan kesadaran diri, mengembangkan ketrampilan sosial, mengontrol perilaku, menyelesaikan permasalahan, mengurangi kecemasan, mengarahkan realitas dan meningkatkan self esteem," tutur Mukhlis dalam penelitianya yang diterbitkan dalam PSIKOISLAMIKA, Jurnal Psikologi Islam (JPI) Vol 8 No 1 tahun 2011, dan dikutip pada Jumat (2/10/2015).



Baca juga: Bangkitkan Semangat Anak yang Sakit Kanker dengan Membatik dan Melukis

Dituturkan Mukhlis, simbol-simbol gambar pada batik bisa memberikan kesempatan pada individu untuk mengekspresikan perasaan serta emosinya. Dampaknya bisa memberikan kepuasan pada yang bersangkutan.

Karena membatik bisa dilakukan untuk mengisi waktu luang sehingga seseorang bisa berelaksasi untuk mendapatkan kesenangan, maka bisa menaikkan well being seseorang. Membatik pun bisa menjadi sarana seseorang untuk keluar dari rutinitas sehari-hari sehingga bisa bersosialisasi dengan orang lain.

Dikatakan Mukhlis, menurunnya tingkat depresi pada narapidana juga tidak lepas dari beberapa faktor dalam penelitian seperti pelaksanaan penelitian, subjek penelitian, dan juga pihak lembaga pemasyarakatan. Jika membatik dilakukan dalam kondisi rileks namun tetap serius, maka bisa membantu para peserta tetap dalam kondisi optimal. Artinya peserta terapi bisa menggunakan kemampuan berpikirnya dalam taraf yang optimal pula. Apalagi bagi para subjek penelitian, aktivitas membatik merupakan kegiatan baru, menantang dan menarik untuk dilakukan

Baca juga: Membatik Bisa Jadi Terapi Bagi Pasien Skizofrenia


(vit/rdn)
News Feed