Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan, Riduan, mengatakan persentase pembayaran iuran peserta mandiri masih ada di angka 55 persen. Angka ini jauh lebih rendah dari target yang diharapkan yakni 90 persen.
"Karena itu dengan adanya channel ini diharapkan pembayaran iuran peserta mandiri meningkat sesuai target yakni 90 persen," tutur Riduan, ditemui di minimarket Indomaret, Jl Cempaka Putih Raya, Jakarta Pusat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Bagi KIS, Jokowi: Kalau di RS Tak Dilayani dengan Baik, Tolong Laporkan
![]() |
Sebagai peserta mandiri, kemampuan untuk membayar seharusnya sudah bukan menjadi masalah. Di sisi lain peserta juga memiliki kemauan yang tinggi untuk membayar. Hanya saja, kesulitan atau keterbatasan akses yang dimiliki peserta membuat pembayaran iuran menjadi tersendat.
"Kadang yang rumahnya jauh sulit ke bank atau atm mau bayar, harus naik angkot, keluar ongkos. Kadang juga orang itu bukannya nggak mau bayar, tapi lupa," tambahnya lagi.
Dengan adanya outlet dan minimarket sebagai tempat pembayaran iuran BPJS Kesehatan, diharapkan masyarakat akan lebih mudah untuk membayar.
"Kalau di minimarket dia habis belanja kan ditanya 'mau isi pulsa sekalian?' begitu. Nanti juga mereka selain ditanya pulsa juga ditanya 'mau bayar iuran BPJS?' jadinya orang nggak lupa lagi," ujarnya lagi.
Baca juga: Kepesertaan JKN Sampai 86 Persen, Rahasia Cirebon Raih JKN Award
Jika ternyata pembayaran iuran tidak mencapai target meskipun akses sudah dipermudah, Riduan mengatakan masalah terletak pada kemauan peserta untuk membayar. Oleh karena itu kedepannya, akan dikaji lagi bagaimana membuat peserta lebih mau untuk membayar.
"Kalau akses sudah mudah tapi nggak mau bayar itu lain, masalahnya soal kepatuhan. Nanti kita lihat lagi tindakan apa yang harus dilakukan agar peserta patuh," pungkasnya. (mrs/vit)












































