Wabah Demam Berdarah di India, Rumah Sakit Kehabisan Tempat Tidur

Wabah Demam Berdarah di India, Rumah Sakit Kehabisan Tempat Tidur

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Selasa, 06 Okt 2015 07:01 WIB
Wabah Demam Berdarah di India, Rumah Sakit Kehabisan Tempat Tidur
Foto: Agung Pambudhy
New Delhi - Wabah demam berdarah yang sedang berlangsung di India dipastikan merupakan yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir. Pasien terpaksa dirawat di ruang gawat darurat hingga lorong-lorong rumah sakit karena tak kebagian tempat tidur.

Dr D. K. Seth dari Hindu Rao Hospital, New Delhi mengatakan dalam satu hari, rumah sakit bisa menangani 1.200 pasien, 700 pasien di siang hari dan 500 lebih pasien di malam hari. Ini belum ditambah calon pasien yang ingin melakukan cek darah ataupun memeriksa gejalanya.

Baca juga: Awas! Banyak Nyamuk Tak Cuma Berisiko Tularkan DBD Tapi Juga Chikungunya

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami bekerja selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, siang dan malam. Ratusan pasien datang dan pergi namun kami harus tetap bekerja sepenuh hati," tutur Dr Seth, dikutip dari ABC Australia, Selasa (6/10/2015).

Otoritas kesehatan India melaporkan sudah ada lebih dari 6.500 orang yang positif mengidap demam berdarah dengan korban meninggal sebanyak 25 orang. Namun menurut pengamatan Dr Seth, korban meninggal berjumlah 30 atau 40 orang.

Salah satu kejadian yang menyita perhatian adalah meninggal seorang bocah berusia 7 tahun akibat penyakit demam berdarah. Bocah tersebut ditolak berobat di beberapa rumah sakit dengan alasan penuh dan akhirnya tidak mendapat pertolongan.

Kasus menjadi besar setelah orang tua bocah tersebut melakukan tindakan bunuh diri sebagai bentuk protes. Karena kejadian ini, pemerintah India pun memberikan tambahan 1.000 tempat tidur untuk setiap rumah sakit yang kelebihan pasien akibat wabah demam berdarah.

"Mau tidak mau, Anda harus memilih pasien mana yang mendapat prioritas dan mendapat perawatan. Jika penyakit ini sudah berkomplikasi, maka penanganannya pun akan semakin sulit," pungkas Dr Seth.

Baca juga: Wabah Demam Berdarah di Taiwan, 42 Orang Dilaporkan Meninggal

(mrs/up)

Berita Terkait