Prosedur Sunat pada Anak dan Dewasa, Apa Saja Perbedaannya?

Prosedur Sunat pada Anak dan Dewasa, Apa Saja Perbedaannya?

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Kamis, 08 Okt 2015 14:21 WIB
Prosedur Sunat pada Anak dan Dewasa, Apa Saja Perbedaannya?
Foto: thinkstock
Jakarta - Alasan kesehatan umumnya melatarbelakangi pria dewasa menjalani khitan. Dalam pelaksanaannya, adakah perbedaan ketika khitan dilakukan di usia anak-anak?

"Pada prinsipnya, khitan dewasa sama dengan khitan anak. Cuma pada pria dewasa, diberi perhatian khusus karena terdapat beberapa kesulitan," kata dr Muhammad Zaiem dari Graha Rumah Sunatan.

dr Zaiem menjelaskan pada anak, khitan bisa dilakukan dengan lebih leluasa karena kulit kulup anak-anak lebih elastis dan pada anak, proses penyembuhan lebih cepat. Sedangkan pada pria dewasa, karena faktor usia maka waktu penyembuhan pun lebih lama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Ini 6 Hal yang Mungkin Belum Diketahui tentang Kulup Mr P

"Anatomi kulit penis pria dewasa juga relatif lebih tebal. Secara fisiologis, pria dewasa penisnya lebih sensitif, hanya ada rangsangan sedikit saja penis mudah ereksi," lanjut dr Zaiem di Graha Rumah Sunatan, Jatiasih, Bekasi, Kamis (8/10/2015).

Untuk meminimalisir sensitivitas penis, pastinya perlu edukasi untuk mengubah mindset si pasien dan hindari media yang bisa merangsang visual pasien. Umumnya, luka khitan dewasa pada kondisi normal akan kering dalam waktu 5-7 hari.

"Setelah seminggu, boleh mandi. Kalau setelah dikhitan mau mandi boleh tapi usahakan tidak kena air ya. Untuk pasutri, disarankan untuk tidak berhubungan intim selama 1 bulan karena proses penyembuhan khitan akan optimal dalam 1 bulan," tutur dr Zaiem.

Aktivitas fisik pun dibatasi sehingga pada pria dewasa yang dikhitan, tak disarankan berolahraga selama 2-10 minggu pasca khitan. Penggunaan celana dalam atau celana luaran pun tak perlu yang khusus, yang penting longgar. Sebisa mungkin, hindari terkena gesekan atau benturan. Untuk pola makan, menurut dr Zaiem baiknya tak mengonsumsi daging kambing karena lebih mudah merangsang ereksi.

"Pada pasien dewasa, kontrol biasanya di hari ke-3 dan ke-7. Kalau ada kondisi tertentu misal ada pembekuan darah di bekas suntikan biasanya kita jadwalkan lagi kontrolnya," pungkas dr Zaiem.

Baca juga: Hendak Memotong Tali Pusar Bayi, Tak Sengaja Malah Mr P yang Terpangkas (rdn/vit)

Berita Terkait