dr Muhammad Zaiem dari Graha Rumah Sunatan mengatakan kulit yang tertarik hingga meregang saat ereksi akan terasa menyakitkan ketika terlalu banyak kulup yang dibuang. Hal itu tetap terjadi meskipun kulit memiliki daya remodelling.
"Tapi pada pria dewasa daya remodelling-nya lebih rendah dibanding pada anak-anak karena kulit anak kan elastis dan akan mengikuti bentuknya," kata dr Zaiem di Graha Rumah Sunatan, Jatiasih, Bekasi, Kamis (8/10/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Dipilih-dipilih, Sunat Bebas Nyeri dengan 3 Teknik Berbeda
"Makanya saat dipotong, di frenulumnya diberi space lebih panjang dan motongnya miring, bukan garis lurus gitu. Karena pada orang dewasa saat ereksi penisnya kan ke arah atas. Kalau terlalu banyak yang dibuang, nanti saat ereksi akan tertarik sekali dan sakit," lanjut dr Zaiem.
Jika terlalu banyak kulup yang dibuang, maka risiko perdarahan pun makin tinggi. Sebab, makin banyak pembuluh darah yang terbuka. Selain dati tindakan medis sendiri, perlu diperhatikan juga kepatuhan pasien.
Misalnya saja, belum dua minggu pasca tindakan sudah berhubungan intim, risiko perdarahan bahkan sampai jahitan lepas bisa terjadi. Meski begitu, menurut pengalaman dr Zaiem, belum pernah ia menemui kasus sampai jahitan terlepas.
"Paling sering sih ada perdarahan kecil di lukanya itu. Kalau jahitan sampai lepas, prosedur khitan harus diulang dari awal sekitar 60-70 persen," pungkas dr Zaiem.
Baca juga: Metode Sunat Ini Paling Disarankan untuk Pria Dewasa (rdn/up)











































