Kebetulan saat itu Bree tinggal di wilayah Florida tengah yang panas. Oleh karena itu ia menghabiskan banyak waktunya untuk berjemur di pinggir kolam renang ataupun pantai.
Tak tahu mengapa, Bree lantas memutuskan kembali ke rumahnya di Illinois pada bulan Agustus tahun itu juga. Ia pun mencari jadwal untuk bertemu dengan dokter kulit dan menanyakan tentang titik hitam yang telah berubah menjadi koreng itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Dokter Berhasil Tumbuhkan Daun Kuping di Lengan Pasien
Siapa nyana, dalam kurun dua tahun, titik itu membesar hingga seukuran penghapus pensil. Buru-buru Bree segera menemui dokter. Barulah setelah itu ia mendapatkan kabar buruk, karena ternyata koreng di hidungnya adalah gejala kanker kulit.
Wanita berusia 28 tahun itu didiagnosis dengan 'infiltrative basal cell carcinoma', atau kanker pada sel basal atau sel-sel yang ditemukan di lapisan terluar dari kulit.
Dokter langsung mengarahkan agar Bree menjalani operasi untuk mengangkat tumor tersebut. Operasi ini sendiri digelar pada bulan Maret lalu, dan berlangsung selama 6 jam.
Sayangnya untuk mengangkat tumor dan memastikan sel-selnya bersih dari kanker, tim dokter dari Barnes Jewish Hospital, St Louis, Missouri terpaksa mengangkat kulit hidungnya sebanyak empat kali. Hal ini membuat hidung Bree nyaris ambles.
Tak menunggu lama, keesokan harinya, wanita asal Edwardsville, Illinois itu langsung menjalani operasi rekonstruksi wajah, di mana ia dibuatkan hidung baru. Mereka menggunakan metode khusus yang disebut 'paramedian forehead flap'.
(Foto: Mercury Press) |
Apa itu? Rupanya bahan untuk membuat hidung baru diambilkan langsung dari kulit kepalanya. Setelahnya, bahan tadi ditempelkan ke dahi atau hidung pasien terlebih dahulu sampai dipastikan 'daging' itu memperoleh asupan darah yang memadai. Pada kasus Bree, bahan untuk hidung barunya dijahitkan di atas bekas hidungnya yang lama, sehingga ia tampak memiliki bentuk hidung yang memanjang ke atas, tak ubahnya seperti belalai.
Baca juga: 5 Faktor Ini Bisa Menambah Risiko Kanker Kulit Seseorang
Bree mengaku selama pengobatan ia sempat down ketika melihat bentuk hidungnya yang ditempeli 'belalai', termasuk bekas jahitan di wajahnya yang mencapai 100 buah.
Bagaimana tidak, saat keluar rumah, banyak orang yang memandang Bree dengan tatapan aneh, bahkan mengejeknya. "Kepercayaan diri saya runtuh, saya depresi, bahkan saya sempat terpikir untuk bunuh diri," kenangnya, seperti dikutip dari Metro, Jumat (9/10/2015).
Belum lagi kekhawatiran jika kankernya akan kembali. Akibatnya ia harus bolak-balik menemui konselor untuk diterapi, setidaknya satu kali dalam sepekan.
Namun Bree bersyukur, setidaknya ia tak perlu menjalani kemoterapi atau radiasi yang efek sampingnya lebih buruk. Apalagi saat ini ia telah mendapatkan pasangan yang mau menerima dirinya apa adanya. Bree pun jadi lebih memperhatikan tubuh dan kesehatannya.
(lll/up)












































(Foto: Mercury Press)