"Secara sederhana, kopi bisa meningkatkan kontraksi di usus. Akibatnya, tinja akan terdorong ke rektum hingga perut terasa mulas dan muncul rasa ingin BAB," jelas direktur pusat kesehatan pencernaan di Georgia Regents University, Satish Rao, MD, PhD.
Sekitar 20 tahun lalu, Rao dan timnya merekrut 12 orang yang diminta menggunakan semacam alat untuk mengukur aktivitas tekanan di usus besar dan rektum. Selama 10 jam diamati, subjek diminta minum kopi berkafein, kopi tanpa kafein, air hangat, serta diminta makan burger dengan kandungan 1.000 kalori. Dikatakan Rao, semua makanan dan minuman itu cukup 'ampuh' memicu aktivitas usus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: 6 Manfaat Kopi Selain Sebagai Obat Ngantuk
"Para ahli memiliki teori beberapa menit diminum, kopi akan mencapai perut. Kemudian, satu atau lebih dari ratusan senyawa memicu produksi hormon tertentu dalam tubuh seperti motilin yang merangsang kontraksi usus atau gastrin yang memicu sekresi asam di perut. Saat itulah, feses atau kotoran dalam usus terdorong hingga Anda merasa mulas," terang Rao, dikutip dari Prevention pada Minggu (11/10/2015).
Meski demikian, tak bisa dikesampingkan pula faktor lainnya. Dikatakan Rao, ritme sirkadian tubuh secara otomatis akan membuat usus dua kali lebih aktif di pagi hari. Untuk itulah, tak mengherankan jika di pagi hari, seringkali orang merasa ingin buang air besar. Namun, bisa dibayangkan jika sistem otomatis tersebut dikombinasikan dengan konsumsi kopi yang justru bisa mempercepat gerakan usus.
Maka dari itu, Rao menyarankan jika Anda hendak minum kopi di pagi hari, minimal dua jam setelah bangun tidur. Bahkan, tak masalah jika minum kopi dibarengi dengan waktu sarapan. Dengan memberi jeda waktu antara bangun tidur dan minum kopi, diharapkan aktivitas usus tidak terlalu tinggi hingga Anda merasakan mulas yang luar biasa dan harus duduk berjam-jam di toilet.
Baca juga: Minum Kopi Pahit Tiap Pagi untuk Lawan Pikun
(rdn/vit)











































