Layanan SMS Bunda Untuk Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Jateng

Layanan SMS Bunda Untuk Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Jateng

Arbi Anugrah - detikHealth
Senin, 12 Okt 2015 07:02 WIB
Layanan SMS Bunda Untuk Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Jateng
Foto: Pixabay/E1N7E
Jakarta - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pengurus Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Banyumas meluncurkan layanan SMS Bunda di wilayah Kabupaten Banyumas.

Layanan pesan singkat informasi terkait kesehatan ibu hamil ini dapat diakses secara gratis. Dengan adanya layanan tersebut diharapkan dapat menakan angka kematian ibu hamil dan ibu melahirkan dalam kondisi tidak sehat.

Rangkaian peluncuran SMS Bunda di Kabupaten Banyumas dihadiri oleh puluhan bidan dan ibu hamil yang berada di wilayah Purwokerto. Kegiatan tersebut diawali dengan pelatihan yoga bagi ibu hamil, pemeriksaan kesehatan ibu hamil gratis dan seminar kesehatan ibu dan anak di Pendopo Si Panji, Kabupaten Banyumas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Angka kematian ibu (AKI) di wilayah Banyumas masih cukup tinggi. Pada 2015 misalnya, masih tercatat 23 kasus kematian ibu. Kasus terakhir bahkan dialami seorang perangkat desa. Kondisi ini sangat memprihatinkan. Angka Kematian Ibu dan Bayi harus bisa ditekan," Kata Bupati Banyumas, Achmad Husain saat meresmikan peluncuran SMS Bunda, seperti ditulis Senin (12/10/2015).

Baca juga: Tekan Kematian Ibu, Pemda Karawang Luncurkan SMSBunda untuk Ibu Hamil

Pihaknya sangat mengapresiasi SMS Bunda sebagai salah satu upaya kampanye meningkatkan kesehatan ibu hamil. Untuk itu, dia meminta para bidan dapat menyosialisasikan bahaya kehamilan saat seorang prempuan mengidap penyakit - penyakit tertentu yang membahayakan seperti stroke dan paru-paru.

Sebagai ujung tombak utama, para bidan diharapkan bisa lebih maksimal lagi mendampingi para ibu hamil. Namun, sudah waktunya masyarakat, terlebih ibu-ibu yang sedang dalam masa kehamilan lebih memahami cara-cara menjaga kesehatan ibu dan janin di dalam kandungan.

"Kehadiran SMS Bunda ini sangat efektif menyebarluaskan pemahaman itu. Terlebih bagi ibu-ibu yang tinggal cukup jauh dari perkotaan. Apalagi, informasi ini dikirim secara gratis," jelasnya.

Fasilitator SMS Bunda dari AJI Purwokerto, Nugroho Pandu Sukmono mengatakan, sistem SMS Bunda ini memberikan layanan lewat SMS untuk memudahkan konsultasi kehamilan hingga masa nifas. Caranya,cukup mendaftar sekali mengetik REG perkiraan tanggal lahir (hh/bb/tttt) Kota/Kab, kemudian dikirim ke 08118469468. Dari informasi itu, ibu hamil akan menerima SMS gratis secara berkala tentang info kehamilan, persalinan hingga pascamelahirkan hingga usia bayi dua tahun.

"SMS bunda diberikan selama 1.000 hari. Sms akan diberikan sampai anak berumur 2 tahun," ujarnya.

Manfaat SMS ini, dapat meningkatkan pengetahuan ibu tentang kehamilan, mengidentifikasi tanda bahaya selama hamil dan nifas, serta dapat mencari pertolongan tepat waktu saat terjadi kondisi darurat.

Sementara itu Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Banyumas Puji Astuti megatakan, kecerdasan dan kesehatan bayi sangat ditentukan sejak dalam masa kandungan. Dia juga mengingatkan para suami untuk lebih peka dan responsif terhadap istrinya saat masa hamil, melahirkan, dan pascamelahirkan.

"Kami juga minta para ibu hamil saat menjelang masa kehamilan sembilan bulan, tetapi sudah mengeluarkan air ketuban, segeralah ke bidan untuk melahirkan. Jangan ditunda-tunda karena berisiko fatal," ungkapnya.

Baca juga: Agar Ibu Hamil di Cirebon Tetap Sehat, Daftar SMS Gratis 'SMSBunda' Yuk!

Selain Banyumas, peluncuran SMS Bunda juga dilakukan di Kabupaten Cilacap, Banjarnegara, Kudus, Kendal, Pekalongan, Batang, dan Tegal. Data Dinas Kesehatan Jateng mencatat, pada 2014, AKI di Jawa Tengah mencapai 711 kasus dan AKB sebanyak 5.666 kasus. Artinya, terdapat hampir dua orang ibu hamil meninggal dan hampir 16 bayi meninggal setiap hari. (arb/up)

Berita Terkait