Tak Sempat Cuci Tangan, Boleh Saja Bersihkan Tangan Pakai Hand Sanitizer

Tak Sempat Cuci Tangan, Boleh Saja Bersihkan Tangan Pakai Hand Sanitizer

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Jumat, 16 Okt 2015 08:33 WIB
Tak Sempat Cuci Tangan, Boleh Saja Bersihkan Tangan Pakai Hand Sanitizer
Foto: Gadini/Pixabay
Jakarta - Jika tak sempat mencuci tangan, seseorang kerap memanfaatkan penggunaan hand sanitizer untuk mengeyahkan kuman dan kotoran di tangan. Efektifkah cara tersebut?

"Mungkin hand sanitizer atau tisu basah memang bisa digunakan pada masyarakat tertentu. Tapi kan tidak semuanya masyarakat kita menggunakan bahan itu," tutur Direktur Penyehatan Lingkungan Dirjen P2PL Kemenkes RI, dr Imran Agus Nurali SpKO.

Untuk itu, menurut dr Imran akan jauh lebih muda menggunakan bahan yang memang tersedia yakni air mengalir dan sabun. Baik itu sabun cair, batangan, atau bahkan sabun colek. Demikian disampaikan dr Imran di Kantor Kemenkes, Jl.HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, dan ditulis pada Jumat (16/10/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Di Tengah Kabut Asap, Murid SD Asal Riau Ini Terus Kampanyekan PHBS 

Ia menambahkan, secara ilmiah pun disebut pula bahwa tisu basah atau hand sanitizer bisa membunuh kuman sampai 99 persen. Lantas, apakah penggunaan bahan seperti itu dibolehkan untuk 'mencuci' tangan?

"Dibolehkan. Misal ketika di dalam mobil nggak ada air mengalir kan, ya nggak masalah pakai tisu basah atau hand sanitizer untuk membersihkan tangan. Namun lebih baik lagi jika pakai air mengalir dan sabun seperti dalam panduan CTPS," tutur dr Imran.

Hadir dalam kesempatan sama, Eko Saputro selaku Kasubdit Penyehatan Air dan Sanitasi Dasar Dirjen P2PL Kemenkes menyinggung kebiasaan penggunaan air kobokan sebelum makan, misalnya di rumah makan. Praktik semacam itu menurut Eko tak sesuai dengan panduan CTPS.

"Kan cuci tangan itu harus dengan air mengalir dan sabun. Kalau kobokan itu air cuma berapa cc, dia cuci tangan di situ, memasukkan kuman ke situ, setelah makan eh tangannya dicuci lagi di situ. Kalau ada wastafel ya jalan aja, cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, jangan malas," kata Eko.

Baca juga: Kering dan Susah Air, Waspada Penularan Diare dari Ibu ke Anak  (rdn/up)

Berita Terkait