Diungkapkan dr Radityo Anugrah SpKK dari Bamed Skin Care, dermatitis seboroik terjadi karena adanya peradangan di kelenjar minyak. Kondisi ini biasa dialami oleh orang-orang di usia produktif di mana kelenjar minyaknya sudah matang.
"Nah, saat kelenjar minyaknya sudah matang, terjadi peradangan. Maka timbullah dermatitis seboroik ini," tutur dr Radit, ditemui di Hotel 101 Sedayu Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Rabu (21/10/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dr Radit, faktor pencetus terjadinya peradangan pada dermatitis seboroik bisa karena faktor genetik, adanya penyakit penyerta, konsumsi obat-obatan tertentu, serta kondisi psikologis seperti stres. Sedangkan penggunaan produk perawatan kulit tertentu tidak menyebabkan dermatitis seboroik.
Selain di lipatan bawah telinga, tempat khas timbulnya dermatitis seboroik yakni di alis, kepala, lipatan hidung, ketiak, juga daerah bokong. Sebab, dermatitis seboroik pada prinsipnya kerap muncul di daerah yang paling banyak mengandung kelenjar minyak.
"Keluhan dermatitis seboroik ini kulit merah, gatal, dan bersisik. Hampir sama kayak eksim cuma bedanya, sisiknya ini khas, merah agak kekuningan dan berminyak. Nggak perih tapi gatal," tutur dr Radit.
Baca juga: Gatal di Kemaluan? Mungkin Ada Kutu Atau Rambutnya Salah Tumbuh
(rdn/vit)











































