Kamis, 22 Okt 2015 09:05 WIB

Banyak Makan Dapat Bantu Pasien Luka Bakar Parah Cepat Pulih

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Pasien luka bakar biasanya akan memiliki selera makan yang rendah karena rasa sakit terus menerus di tubuh dan pada beberapa kasus sampai harus dibius. Namun demikian dokter mengatakan pasien tetap harus makan, malah jika mungkin lebih banyak dari biasa untuk membantu penyembuhan.

Direktur Comprehensive Burn Center di Ohio State University, dr Larry Jones, mengatakan ketika seseorang alami luka bakar parah (tingkat 2 atau 3) maka metabolisme tubuhnya akan berubah. Dari respons awal tubuh terhadap shock dan sampai luka perlahan pulih metabolisme bisa meningkat sampai 180 persen.

"Singkatnya, tubuh kita masuk ke mode hiper untuk menyembuhkan luka dan akan mencari sumber nutrisi sebisanya. Jika pasien tidak mendapatkan banyak asupan nutrisi maka tubuh akan merampas nutrisi dari dirinya sendiri," tulis dr Jones untuk livescience dan dikutip pada Kamis (22/10/2015).

Baca juga: Pertolongan Pertama Untuk Luka Bakar: Air Mengalir 20 Menit

Ketika pasien luka bakar menolak untuk makan maka lama-lama ia akan kehilangan massa ototnya karena dikonsumsi tubuh. Bila otot sudah hilang maka ke depannya upaya rehabilitasi akan jadi lebih sulit.

dr Jones mengatakan itulah alasan mengapa pasien luka bakar sangat disarankan untuk segera dibantu makan. Bila makanan tak bisa masuk lewat mulut (oral) maka selang makanan akan dimasukkan langsung ke tubuh.

"Cairan makanan yang digunakan mengandung protein untuk memperbaiki tubuh menutup luka, glukosa sebagai bahan bakar, dan vitamin D yang mengatur pertumbuhan sel, serta asam lemak omega-3 untuk pengatur peradangan," papar dr Jones.

"Luka bakar memang adalah salah satu bentuk cedera yang paling sakit dan berat. Oleh karena itu kami akan terus berusaha bagaimana pasien bisa mendapat manfaat sebanyak-banyaknya dari apa yang mereka makan," pungkas dr Jones.

Baca juga: Kena Luka Bakar Hebat, Tangan Frank 'Dijahitkan' ke Perutnya (fds/vit)
News Feed