Didiagnosis Kanker, Sam Tolak Kemoterapi dan Pilih Jalani Terapi Urine

Didiagnosis Kanker, Sam Tolak Kemoterapi dan Pilih Jalani Terapi Urine

Sharon Natalia - detikHealth
Jumat, 23 Okt 2015 11:05 WIB
Didiagnosis Kanker, Sam Tolak Kemoterapi dan Pilih Jalani Terapi Urine
Foto: istimewa
Surrey - Di bulan Agustus 2012, Sam Ravelle (41) didiagnosis kanker payudara. Namun, alih-alih mengikuti saran dokter untuk menjalani kemoterapi, Sam justru memiliki mengobati kanker yang diidapnya dengan caranya sendiri. Ya, dengan meminum urine.

Selain menjalani terapi urine tersebut, Sam juga menggunakan obat homeopati, bahan-bahan herbal dan suplemen. Saat didiagnosis kanker payudara, dokter menawarkan Sam untuk melakukan lumpectomy, radioterapi dan kemoterapi. Tapi, Sam menolaknya.

"Aku tidak percaya pada kemoterapi. Aku menganggap bahwa itu adalah racun. Aku sudah mencari tahu tentang kemoterapi dan aku tidak yakin dengan prosedur itu," tutur Sam seperti dikutip dari Daily Mail pada Jumat (23/10/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Orang-orang yang menerapkan terapi urine percaya bahwa urine sangat steril karena terdiri dari air dan lima persen nutrisi, seperti protein, vitamin dan mineral. Bahkan, urine dipercaya bisa memperbaiki sistem kekebalan tubuh.

Baca juga: Efek yang Perli Diwaspadai dari Terapi Radiasi Kanker Payudara

Saat menjalani terapi urine, Sam harus berpuasa selama beberapa hari dan hanya mengonsumsi air mineral serta urine-nya. Menurutnya, cara ini cukup ampuh untuk mengembalikan sistem imun dan mampu membersihkan dan menghilangkan sel-sel yang rusak dari tubuhnya.

"Caranya sangat mudah, kumpulkan saja urine di dalamĀ  kendi, lalu minum urine yang sudah ditampung setiap hari. Jika Anda tidak memakan apapun, warna urine akan bening dan tidak ada rasanya, sama seperti air hujan," lanjut Sam.

Awal Sam terkena kanker payudara ketika di bulan Agustus 2012 ia menemukan ada benjolan di payudaranya. Setelah menjalani pemeriksaan di Ashford Hospital, dokter mendiagnosis Sam kanker payudara ganas dan agresif. Menurut dokter, tidak ada cara lain menangani kanker yang diidapnya selain dengan kemoterapi, lumpectomy, dan radioterapi.

Tapi, Sam menolaknya dan memilih pulang. Sampai bulan Februari 2014 pun ia memutuskan untuk mengobati dirinya sendiri. Sayang, penggunaan kombinasi beberapa bahan alami justru meninggalkan bekas lubang sebesar buah aprikot di payudaranya. Meski saat itu merasa kesakitan bahkan sulit bernapas, Sam tetap tidak ingin menjalani kemoterapi.

Jane Murphy, perawat klinis dari Breast Cancer Care, mengatakan bahwa tidak ada terapi alternatif yang sudah terbukti dapat menyembuhkan penyakit kanker atau hanya sekadar menekan pertumbuhan kanker seperti kemoterapi. Menurut Jane, kemoterapi sudah terbukti efektif untuk menekan dan memperlambat pertumbuhan tumor dan memperkecil kemungkinan kambuhnya kanker.

"Bagaimana pun tidak ada pengobatan alternatif yang terbukti dapat menyembuhkan atau memperlambat pertumbuhan kanker. Yang paling penting adalah pasien harus mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya sebelum memutuskan untuk menjalani pengobatan," kata Jane.

Baca juga: Masih Coba-coba, Terapi Laser Ini Diklaim Bunuh Kanker Payudara 15 Menit (rdn/rdn)

Berita Terkait