Dokter gawat darurat di Lenox Hill Hospital, New York, dr Robert Glatter mengonfirmasi hal tersebut dan mengatakan bahwa betul memang bisa terjadi.
Ketika orang ketakutan, ada respons 'lawan atau lari' di otak yang cepat bekerja. Respons ini ada pada semua mahluk hidup dan membantu manusia jaman dulu untuk mendapatkan energi tambahan dari hormon adrenaline ketika berhadapan dengan binatang buas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Patah Hati Ditinggal Pasangan, Imun Tubuh Orang Tua Bisa Melemah
"Kalsium mengalir ke sel jantung dan membuat otot jantung berkontraksi dengan kuat. Intinya, pada respons ketakutan yang besar kalsium akan terus masuk dan jantung tak bisa beristirahat," kata dr Glatter kepada Livescience dan dikutip pada Selasa (27/10/2015).
Saat jantung tak istirahat dan terus berdetak kencang, saat itu seseorang bisa alami kondisi bernama ventricular fibrillation atau detak jantung yang tak berirama dan tak terkoordinasi.
"Ujungnya tekanan darah akan menurun, dan tanpa darah ke otak Anda akan kehilangan kesadaran," tutup dr Glatter.
Baca juga: Agar Detak Jantung Teratur, Yuk Biasakan Olahraga Kardio (fds/up)










































